MTA Klaten Bagikan 2.868 Paket Kemerdekaan, Gerakan Sosial untuk Pastikan Warga Tak Kelaparan di Hari Merdeka

MTA Klaten Bagikan 2.868 Paket Kemerdekaan, Gerakan Sosial untuk Pastikan Warga Tak Kelaparan di Hari Merdeka

CYBER88  I  KLATEN Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Perwakilan Klaten memilih cara berbeda untuk memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar aksi sosial berupa pembagian ribuan paket kemerdekaan atau sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Panitia kegiatan, Susilo, mengatakan pembagian paket kemerdekaan tersebut merupakan bagian dari gerakan sosial MTA yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. 

Di Kabupaten Klaten, kegiatan diawali dengan seremoni tingkat perwakilan daerah sebelum paket disalurkan ke masyarakat melalui cabang-cabang MTA. Untuk MTA Perwakilan Klaten sendiri jumlahnya ada 2.868 paket. 

"Nantinya paket tersebut diserahkan melalui cabang-cabang MTA yang ada di lingkungan masyarakat, kemudian dibagikan secara door to door kepada warga yang membutuhkan,” ujar Susilo, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian MTA terhadap masyarakat di tengah momentum peringatan kemerdekaan. 

Sebab, kemerdekaan dinilai tidak cukup hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga harus menghadirkan rasa aman dan kecukupan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Susilo menegaskan, jangan sampai kemeriahan perayaan kemerdekaan hanya dirasakan sebagian masyarakat, sementara masih ada warga yang harus menghadapi persoalan kebutuhan pangan.

“Jangan sampai ketika kita merayakan HUT Kemerdekaan RI, masih ada saudara kita yang membutuhkan tetapi tidak bisa menikmati kemerdekaan dengan bahagia," jelasnya.

Karena itu, warga yang mengikuti pengajian ikut mengumpulkan bantuan yang kemudian diwujudkan dalam paket kemerdekaan ini. 

Ia berharap bantuan tersebut setidaknya mampu meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan pada momentum peringatan kemerdekaan.

“Harapannya jangan sampai ada saudara kita yang kurang mampu atau membutuhkan, ketika hari merdeka tidak bisa makan atau masih merasa kekurangan. Paling tidak pada hari kemerdekaan mereka bisa merasakan kebahagiaan dan kebutuhan makanan mereka tercukupi,” katanya.

Bagi MTA, lanjut Susilo, makna merdeka tidak berhenti pada terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus diperjuangkan dalam bentuk kepedulian sosial, termasuk membantu masyarakat terbebas dari belenggu kemiskinan dan kelaparan.

“Artinya, merdeka itu bukan hanya bebas dari penjajah, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa terbebas dari kemiskinan dan kelaparan. Karena kebutuhan yang paling dasar adalah pangan,” tegasnya.

Dalam kegiatan seremoni tersebut turut hadir sejumlah tamu undangan dan unsur terkait. Sementara dari jajaran MTA, kegiatan melibatkan 37 cabang yang nantinya menjadi ujung tombak penyaluran paket kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Susilo menambahkan, pembagian paket kemerdekaan tersebut bukan semata-mata kegiatan seremonial, melainkan bagian dari agenda sosial yang telah menjadi perhatian MTA dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Melalui ribuan paket tersebut, MTA Klaten ingin menyampaikan pesan bahwa kemerdekaan seharusnya menghadirkan kebahagiaan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Semangat merah putih pun tidak berhenti di tiang bendera. 

Dari tangan warga, bantuan bergerak menuju rumah-rumah masyarakat yang membutuhkan, membawa pesan sederhana: kemerdekaan akan terasa lebih bermakna ketika tidak ada saudara yang dibiarkan menghadapi kelaparan seorang diri.

Komentar Via Facebook :