Pasca Perjanjian Kerja Sama Maritim USA dan Taiwan, China Kirim 20 Pesawat Tempur ke Zona Pertahanan Taiwan

Pasca Perjanjian Kerja Sama Maritim USA dan Taiwan, China Kirim 20 Pesawat Tempur ke Zona Pertahanan Taiwan

CYBER88.CO.ID -- Sehari setelah Amerika Serikat dan Taiwan menandatangani perjanjian kerja sama maritim, 20 jet tempur China memasuki zona pertahanan udara Taiwan (ADIZ) pada Jumat 26 Maret 2021, waktu setempat.

Pesawat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang terlibat dalam misi tersebut adalah 10 pesawat tempur multiperan J-16, dua pesawat tempur multiperan J-10, empat pembom H-6K, dua pesawat perang anti-kapal selam Y-8, satu pesawat peringatan dini udara KJ-500. dan pesawat kontrol serta satu pesawat pengintai taktis Y-8.

Hal itu disampaikan Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan (MND), seperti dikutip dari ANI News, Sabtu, 27 Maret 2021.

Disebutkan, pesawat perang anti-kapal selam Y-8 dan pembom H-6K hampir mengambil setengah lingkaran di wilayah udara dekat selatan.

Zona identifikasi pertahanan udara adalah sistem peringatan dini yang membantu negara-negara mendeteksi serangan ke wilayah udara mereka.

Setiap pesawat yang memasuki area seperti itu seharusnya melaporkan rute dan tujuannya ke negara 'tuan rumah', meskipun zona tersebut diklasifikasikan sebagai wilayah udara internasional dan pilot tidak terikat secara hukum untuk membuat pemberitahuan.

Menurut Focus Taiwan , unjuk kekuatan China itu merupakan yang terbesar dalam hal jumlah pesawat yang dikerahkan sejak Kementerian pertahanan Taiwan mulai mempublikasikan pergerakan pesawat PLA di dekat Taiwan pada pertengahan September 2020.

Terakhir kali Taiwan melihat sejumlah besar pesawat PLA memasuki zona ADIZ adalah pada 19 Februari 2020 sebanyak 9 pesawat.

Sebelumnya pada 28 Januari 2021, juru bicara Kementerian Pertahanan China memperingatkan bahwa kemerdekaan Taiwan berarti perang.

"Orang-orang yang menginginkan kemerdekaan Taiwan dan bermain dengan api akan membakar diri mereka sendiri, tidak berarti apa-apa selain perang ". kata juru bicara Kemenhan China, Wu Qian.

Beijing mengklaim kedaulatan penuh atas Taiwan sebagai negara demokrasi dengan hampir 24 juta orang yang terletak di tenggara.

Di sisi lain, Taiwan melawan agresi China dengan meningkatkan hubungan dengan negara-negara demokrasi termasuk Amerika Serikat.***

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait