PR Besar Polri, Adakah Hubungan Ledakan Balongan Pertamina dengan Bom Makasar?
PR Serius Polri, Ledakan Balongan Pertamina Sengaja atau Murni Kecelakaan?
CYBER88 | Tasikmalaya -- Sehari setelah terjadinya ledakan di Gereja Kathedral Makasar akibat Bom bunuh diri, Kilang minyak milik PT Pertamina RU VI Balongan, di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meledak dan terbakar hebat sekitar pukul 01.00 WIB pada Senin (29/3/2021).
Dr H Anton Charliyan MPKN mengatakan, dengan terjadinya dua Peristiwa ledakan dalam waktu yang hampir bersamaan yaitu di Gereja Kathedral Makasar dan kemudian hari ini di Kilang minyak Pertamina Balongan Indramayu, menjadi sebuah pertanyaan besar bagi masyarakat.
“Adakah Kaitan antara kedua Peristiwa tersebut???
Hal ini merupakan tantangan dan PR besar bagi Polri dan pihak-pihak terkaIt seperti BPNT serta Comunitas Inteljen yang ada. Karena, Menurut Mantan Kapolda Jabar ini, memang bila dilihat dari Tempos Delicty (waktu terjadinya) yang berurutan bahkan hampir bersamaan, perlu menjadi sebuah acuan untuk dijadikan landasan penngungkapan.
Kemudian dilihat dari Locus Delictynya (Tempat terjadinya) yang juga biasa di jadikan TO (Target operasi) kelompok-kelompok radikal yakni Gereja dan Proyek Vital Minyak.
Selanjutnya, kata Abah Anton, situasi politik juga lagi agak sedikit menggangat dengan adanya kemelut di tubuh Partai Demokret serta saat berlangsungnya Sidang HRS.
Semua ini mengindikasikan seolah ada jaitan erat satu sama lainya. Sehingga tidak menutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan kesempatan memancing di air keruh.
Namun, lanjut Abah Anton, apapun juga alasanya yang jelas kedua peristiwa ini telah menimbulkan dampak psycologis yang nyata berupa keresahan di masyarakat luas. Dimana masyarakat pun jadi saling bertanya, saling curiga satu sama lain.
“Yang tentu saja akan berdampak pada sector-sektor keamanan, social dan politik, yang jelas-jelas akan menurunnya Trust di sektor bisnis dan ekonomi baik secara Nasional maupun Internasional, “Mantan Kadiv Humas Mabes Polri yang lebih betah mengahiskan waktunya berada di area Batu Mahpar Galunggung ini.
Bah Anton Melanjutkan, “Hal ini tentu saja sangat merugikan bangsa dan Negara. Terlebih, disaat Pandemi Covid-19 yang belum juga Tuntas, akan menambah dan menjadikan beban yang sangat berat bagi Pemerintah.
Untuk Penanganan Covid saja kita semua sudah sangat babak belur. Apalagi ditambah dengan adanya peristiwa bom dan ledakan di 2 tempat secara sekaligus makin menambah rumit situasi,” Ujarnya.
Bila ini terungkap merupakan sebuah tindakan kesengajaan sungguh pelaku dan aktor intelktual dari semua ini sangat “Amoral”, sadis dan raja tega. Bila terungkap dan tertangkap harus dihukum seberat-beratnya.
Makanya sangat tepat bila Presiden RI Jokowi membuat statment agar peristiwa ini diusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Karena otomatis akan disorot jadi perhatian publik Nasional maupun International. Apalagi jika nanti ditemukan ada korelasi hubungan antara dua Kejadian tersebut, hal ini mengindikasikan bahwa golongan radikal masih exis di Indonesia, “Ungkapnya.
Indonesia masih akan dianggap sebagai Teritory yang tidak aman, sebagai wilatah sarang teroris, yang memang senantiasa kerap dijadikan sasaran target operasi mereka, baik secara Politis maupun secara Ekonomis.
Untuk itu, kata dia, agar seluruh komponen masyarakat lebih Jeli dan lebih waspada terhadap gerakan Radiikal tersebut yang nyata-nyata tidak pernah bosan-bosannya merongrong, mengacaukan, merusak dan melemahkan bangsa kita ini.
Ia menandaskan, dimohon sekali lagi seluruh elemen Bangsa, agar mampu membuka mata dan hati dengan jernih terhadap ancaman yang ada di depan mata kita ini. Sebagai ancaman nyata bersama bagi kita semua bangsa dan Negara Indonesia.
Maka untuk sementara ini mari kita hilangkan segala kepentingan-kepentingan pribadi, kelompok, golongan, Ras, Agama, maupun Politik. Sebab, tanpa kebersamaan rasanya akan sulit bagi kita utk bisa menumpasnya dengan segera.
Entah yang keberapa kali saya katakana, ucap Anton Anton Charliyan dan menandaskan. Jangan beri ruang sekecil apapun untuk kelompok-kelompok Intoleran, Radikalisme dan Terorisme ini dengan alasan apapun juga, termasuk alasan Agama.
Lebih jauh dia mengungkapkan, “Mari kita jadikan moment peristiwa ini untuk menumpas mengikis habis gerakan mereka sampai ke akar-akarnya dengan Serius. Selaras dengan Statment pak Jokowi. "Usut Sampai ke Akar-Akarnya" bila memang kita masih merasa cinta NKRI. Bila kita masih ingin Negara ini tetap ada, Exis dan maju. Karena saat ini ancaman yang jelas-jelas nyata ada di depan mata hanyalah mereka.
Kita bisa saja kehilangan barang, uang, perhiasan bahkan suami ataupun Istri. Tanpa mengecilkan arti Kehilangan Insya Allah jika mau dan ada rejeki semua itu bisa ada Penggantinya.
Tapi bila kita Kehilangan Negara mau kemana mencari Gantinya ???
Maukah kita pindah dan jadi WN Brunai Malaysia atau Amerika?
Tidak semudah itu... Maka untuk itu dalam kesempatan ini, mari kita sama-sama bergandeng tangan bersama-sama melawan Terorisme dan Radikalisme, yang nyata-nyata telah dijadikan alat untuk menghancurkan, melemahkan dan Merebut NKRI dengan segala cara.
Teramat khusus bagi POLRI, TNI, BNPT dan Aparat terkait, mari kita usut tuntas dengan lebih serius lagi Atas kejadian 2 Peristiwa tersebut. Apakah ada Kaitan nya atau tidak???
Tantangan dan PR besar yg harus di jawab segera. Karena seluruh masyarakat, baik secara Nasional maupun Internasional sangat menantikan kinerja POLRI dan Aparat Terkait saat ini untuk bisa mengembalikan spirit dan moril masyarakat secara umum, serta mengembalikan Trust bangsa Indonesia di mata Dunia, “Pungkas Irjen. Pol. Purn. Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N [astra]


Komentar Via Facebook :