Ditsamapta Polda Jabar : Masyarakat Diharapkan Memiliki Pengetahuan SAR Sehingga Dapat Membantu Orang Lain dan Diri Sendiri

Ditsamapta Polda Jabar : Masyarakat Diharapkan Memiliki Pengetahuan SAR Sehingga Dapat Membantu Orang Lain dan Diri Sendiri

CYBER88 | bandung -- Sejarah Operasi Organisasi SAR ada sejak manusia memerlukan bantuan pihak lain untuk menuntukan dirinya yang sedang ditimpa musibah di tempat yang terisolir guna menyelamatkannya. 

Organisasi SAR ada secara formal sejak tahun 1970 di Amerika Serikat , dengan sebutan US Coast Guard. Organisasi ini merupakan usaha penyelamatan perenang-perenang yang terbawa arus di pantai atau perahu-perahu nelayan yang diserang gelombang atau badai.

Hal tesebut dikatakan Kompol Nana Sumarna, Kasie Pammat Subdit Gasum Dit Samapta Polda Jabar saat melaksanakan acara "Halo Polisi" secara On Air kontak telepon dengan penyiar salah satu radio di Bandung dengan thema “Sar Terbatas Polri, Kamis (1/4/2021). 

Nana menyebut, “di Belanda pada tahun 1940 berdiri organisasi SAR yang di beri nama AMATIR. Sesuai dengan namanya organisasi ini di susun apabila terjadi suatu musibah.                      

Di Indonesia tahun 1950 dibentuk organisasi SAR yang diberi nama WING CATALINA, yang merupakan bagian dari AURI yang meloncat meninggalkan pesawatnya karena kerusakan mesin maupun yang mengalami musibah. 

Pemerintah dengan membentuk BASARI ( Badan SAR Indonesia ) dengan Keppres No. 11 tahun 1972, keppres No. 28 tahun 1979 tentang anggota BASARI termasuk anggota Bakornas PBA.

Search And Resceu (SAR) adalah pengerahan dan koordinasi antara personel yang kapabel (old round) dengan fasilitas yang memadai untuk melakukan pencarian dalam rangka penyelamatan jiwa manusia dan harta benda sedang diduga atau diduga akan mendapatkan musibah di daerah terisolir.            

Operasi SAR adalah kegiatan merencanakan, penyusunan, pengerahan dan pengendalian unsur-unsur SAR dalam rangka pelaksanaan pencarian dan penyelamatan jiwa manusia yang mengalami musibah

Dalam pelaksanaan kegaiatan SAR dilaksanakan  secara terpadu dan tidak sendiri-sendiri, ada garis komandanya , setiap personil harus berbuat apa dan bertanggung jawab sama siapa. Setiap personil SAR ada tugas dan perananan masing. Dan tugas tersebut  harus bisa dipertanggungjawabkan. 

Nana juga mengatakan, bahwa LAST merupakan singkatan dari Locate, access, stabilize, Transport),  dengan penjelasan  LOCATE menentukan lokasi korban, dimana pada kegiatan terebut mengumpulkan informasi yang terkait dengan musibah/ insiden serta menentukan perencanaan atau menyusun strategi untuk pertolongan 
    
ACCES adalah usaha untuk mencapai korban Dropping dari udara, Rappeling, Ascending, jalan, kapal perahu Karet dan lain - lain.

Dalam pelaksanaannya  kata dia, selaku petugas SAR,  harus ada persyaratan yang dimiliki, sehingga petugas menjadi professional, mengerti akan tugas, syarat yang harus dipunyai yaitu memiliki dedikasi yang tinggi terhadap prikemanusiaan, memiliki fisik dan mental baik, memiliki moral dan disiplin tinggi, memiliki intelegensi yang cukup serta memiliki keterampilan scuba, mountaineering, survival, PPPK, Peta Kompas, komunikasi serta pemadam Kebakaran.

Dengan kegiatan sosialisasi ini, diharapkan  setiap warga  memiliki pengetahuan tentang SAR, sehingga  pada saat  terjadi bencana mampu menolong untuk diri sendiri  dan membantu orang lain.  Setiap ada musibah bencana, warga masyarakat menjadi peka dan respon serta tanggap  selalu untuk menolong  sesame, “Pungkasnya.***

Komentar Via Facebook :