Analis Militer Rusia Sebut, Perang Dunia ke-3 Diyakini Bisa Terpicu Sebulan Lagi

Analis Militer Rusia Sebut, Perang Dunia ke-3 Diyakini Bisa Terpicu Sebulan Lagi

CYBER88.CO.ID -- Perang Dunia Ke-3 diyakini bisa terpicu sebulan lagi di Ukraina, setelah ribuan pasukan Rusia terlihat telah melewati perbatasan kedua negara.

Konvoi dari sejumlah tank dan kendaraan militer Rusia terekam tengah dipindakan ke dalam wilayah yang dikuasai pemberontak di timur Ukraina, serta daerah aneksasi Crimea.

Dikutip dari The Sun Analis Militer Rusia, Pavel Felgenhauer menilai harus dilakukan psikoanalisis untuk menentukan keinginan dari Moskow.

Meski begitu, ia mengingatkan akan kemungkinan terjadinya perang dalam jangka waktu sebulan.

Pihak barat telah meningkatkan kewaspadaan akan pergerakan tentara dan pasukan Rusia yang memasuki Ukraina.

Menurut Felgenhauer, kekhawatiran itu beralasan jika melihat rekaman dari pergerakan militer Rusia

“Krisis ini memiliki potensi meningkat menjadi Perang Eropa atau bahkan Perang Dunia,” tutur Felgenhauer. 

“Saat ini masih berpotensi. Tapi apa akan terjadi atau tidak? Kita tunggu dan lihat saja nanti. Di Barat, mereka tak tahu apa yang harus dilakukan,” tambahnya.

Felgenhauer pun mengungkapkan kejelasan mungkin baru akan terjawab pada awal Mei.

Hal itu bertepatan dengan parade militer besar Rusia di Lapangan Merah yang menandai Ulang Tahun Kemenangan mereka di Perang Dunia Ke-2.

Meski begitu, dia mencurigai bahwa keputusan atas apa yang mungkin terjadi sudah ditetapkan.

Felgenhauer mengungkapkan beberapa faktor yang mendorong Rusia untuk melakukan perampasan wilayah tetangganya.

Menurutnya antara lain karena penutupan saluran TV pro-Rusia di Ukraina, ancaman penangkapaan dan pengadilan Biktor Medvedchyuk (oligarki pro-Putin), penangkapan Alexei Navalny dan disebutnya Putin sebagai pembunuh oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden.

“Ancaman itu tumbuh, dan dengan cepat. Banyak yang tak dibahas di media, tetapi kami melihat tanda-tanda yang sangat buruk,” kata Felgenhauer.***

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait