Jelang Idul Fitri, Bupati Bogor Cek Pos Pengamanan Ops Ketupat Lodaya
CYBER88 | Bogor -- Guna menekan penyebaran Covid -19 jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Bupati Bogor Ade Yasin adakan Pengecekan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya di perbatasan Kabupaten Bogor - Sukabumi, tepatnya di Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor,Provinsi Jawa Barat Rabu (5/5/2021).
Selain dikarenakan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan juga adanya aturan pemerintah pusat atau tepatnya Peraturan Menteri Perhubungan nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H.
“Kota Medan dan DKI Yogyakarta. Tujuan mereka ingin mudik ke Kabupaten Bogor,” ujar Ade Yasin kepada wartawan.
Ia pun menerangkan penyekatan terhadap para pemudik dan wisatawan di titik-titik perbatasan dan objek wisata, merupakan bagi upaya menekan angka penyebaran wabah virus corona (Covid 19).
“Penyekatan terhadap pemudik dan wisatawan ini kami tekankan kepada kendaraan bermotor yang plat nomornya bukan F. Selain 8 titik perbatasa, kami juga melakukan penyekatan di Stasiun Bojonggede, Stasiun Cilebut, Stasiun Tenjo, Stasiun Parungpanjang, Stasiun Cibinong dan Stasiun Nambo,” terangnya.
Tugas penyekatan pemudik dan wisatawan ini tidak hanya tugas Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, PMI dan Pramuka.
“Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan Satgas Penanganan Covid-19 nya juga kami tugaskan dalam penyekatan pemudik dan wisatawan, terutama di jalur-jalur tikus menuju Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Depok, Kota Tanggerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tanggerang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan DKI Jakarta,” jelas Ade.
Dalam upaya penyekatan pemudik dan Wisatawan maka pemeriksaan terhadap semua jenis kendaraan tidak terkecuali yang masuk ke Kabupaten Bogor wajib diperiksa hal ini dikatakan Kapolres Bogor AKBP Harun.
“Jangankan bus dan kendaraan pribadi, truk angkutan barang juga kami periksa karena bisa saja menjadi modus para pemudik yang nekad pulang ke kampung halaman,” tegasnya. (Alip Waedi).


Komentar Via Facebook :