Kondisi Rumah Sudah Bocor dan Mau Runtuh, Emang, Warga Desa Tugujaya Cigombong Bogor Berharap Bantuan Pemerintah
CYBER88 | Bogor -- Kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah baik didaerah maupun di pusat. Tingkat kemiskinan disuatu wilayah menjadikan suatu ukuran kesejahteraan dari suatu wilayah, oleh karena itu kemiskinan menjadi prioritas pembangunan.
Berbagai program kemiskinan telah dibuat serta dilaksanakan sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan baik dari pemerintah daerah provinsi maupun pusat. Salah satunya yaitu program pembangunan atau rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Pasalnya, Rumah merupakan kebutuhan dasar dalam melaksanakan peran sosial bagi anggota keluarga. Fakir miskin pun memerlukan rumah yang layak dan nyaman. Hal ini membawa implikasi pada kebijakan sosial melalui Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial.
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No. 07/PRT/M/2018 tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, RTLH adalah rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan, dan kesehatan penghuni.
Namun sayangnya, ditengah gencar-gencarnya program RTLH tersebut, masih ada warga yang tak merasakan perhatian tersebut. Salah satunya seperti ditemukan Cyber88.co.id di wilayah Kampung Cidangdeur RT 03 RW 04 Desa Tugujaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Jawa barat.
Ditemui Cyber88.co.id, Minggu (2/5), Emang, pemilik rumah tersebut mengatakan, sebagai kepala keluarga, dirinya sangat prihatin dengan kondisi rumahnya yang sudah rusak cukup parah. Namun dengan keterbatasannya Ia hanya bisa berdo’a tidak terjadi apa-apa dengan kondisi rumahnya itu.
“Kalau hujan turun selalu bocor ke bawah dan takutnya lagi, pas mau tidur atapnya runtuh, “Ucap dia.
Emang mengaku, dirinya, belum pernah mendapat bantuan RTLH. Kata dia, pernah ada pemerintah setempat melihat kondisi rumahnya dan mau diajukan melalui program tersebut. Namun hingga kini tak kunjung diperbaiki.
“Dulu emang pernah ada yang dari pemerintahan setempat datang ke sini. Katanya mau diajukan, tapi sampai saat ini belum juga ada bantuan, “Ujarnya.
Emang berharap, adanya perhatian pemerintah khususnya pemerintah setempat terkait kondisi rumahnya yang sudah sangat menprihatinkan.
“Saya sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah, karena rumah saya ini udah rusak parah, “Harap dia. [alip waedi]


Komentar Via Facebook :