Pekerjaan P3-TGAI di Desa Ciburuy Cigombong Diduga Tak Sesuai dengan Spek, Akibat Lemahnya Peran TPM

Pekerjaan P3-TGAI di Desa Ciburuy Cigombong Diduga Tak Sesuai dengan Spek, Akibat Lemahnya Peran TPM

CYBER88 | Bogor -- Diduga tidak maksimalnya peran Tim Pendamping Masyarakat (TPM) dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang serentak turun di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, memicu terjadinya sejumlah dugaan-dugaan penyimpangan. 

Pelaksanaan Program yang dibiayai dari APBN melalui Kementerian PUPR dan dilaksankan oleh petani atau penduduk setempat melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) ini, banyak menuai sejumlah pertanyaan dari berbagai kalangan.

Hal ini tidak akan terjadi apabila TPM yang memiliki tugas melaksanakan sosialisasi P3-TGAI di tingkat penerima P3-TGAI, memotivasi dan mendamping P3A/GP3A/IP3A dalam hal teknis, administrasi, penyusunan laporan dan dokumentasi pelaksanaan P3-TGAI dan tugas-tugas lainnya dijalankan secara maksimal.

Tentunya, TPM ini harus memahami tugasnya sehingga hasil pendampingan baik berupa perhitungan, gambar dan laporan yang dihasilkan sesuai dengan peraturan serta bermanfaat bagi masyarakat yang menikmati manfaat bantuan secara langsung khususnya Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)

Seperti diberitakan pada Pelaksanaan P3-TGAI di Desa Tugu Jaya yang secara terang terangan pada media, pihak P3A mengaku menngunakan batu bekas galian. 

Sebelumnya juga, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Pemerhati Pembangunan Rasudan Raya (PMP3R) Anwar Ressa, menyoroti penyerapan anggaran P3-TGAI di wilayah Kabupaten Bogor ini dinilai banyak ketimpangan

Berdasarkan hasil penelusuran Tim yang berasal dari sejumlah media, kembali ditemukan dugaan penyimpangan terjadi dalam pelaksanaan P3-TGAI di wilayah kampung Ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong. Pemasangan pondasi dasar maupun galian tanah disinyalir tak sesuai dengan spesifikasi.

Sayangnya, pelaksana kegiatan P3- TGAI di wilayah tersebut yakni Surahman enggan dikonfirmasi awak media. 

Pria yang akrab di sapa Ongcui ini tak mau membalas konfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp nya. Bahkan dia sepertinya tak menghiraukan peran media sebagai control sosial. Pasalnya, Klarifikasi melalui WhatsApp tersebut tak dibukanya.

Terkait hal ini, Ketua LSM-PMP3R Anwar Resa kembali angkat bicara dan menyebut proyek tersebut sarat dengan penyimpangan.  

“Silahkan periksa, banyak pondasi tidak digali dan ukuran pondasi dasar yang seharunya 50 cm dibikin rata 30 cm. Begitu halnya dengan ketinggian pondasi maupun lebarnya.

“Pelaksana P3-TGAI Itu hampir semua lokasi bermain,dan mencuri ditataran teknis, "Ujar Anwar melalui sambungan celulernya Selasa (27/4/2021).

Kata dia, “dalam teknis  pelaksanaan kegiatan sering diakali dan dimainkan, semua itu terlihat secara kasat mata dilapangan. 

Hal tersebut diduga dilakukan dengan sengaja untuk mencari keuntungan pribadi maupun kelompok. Ini dapat berpotensi merugikan keuangan Negara, “Pungkas Anwar. [ur]

Komentar Via Facebook :