Ketum PMP3R : Program P3 -TGAI di Kabupaten Bogor Banyak Petani Gigit Jari, Gapoktan Dadakan Serap Anggaran
CYBR88 | Bogor -- Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Pemerhati Pembangunan Rasudan Raya (PMP3R) Anwar Ressa, menyoroti penyerapan anggaran Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Kabupaten Bogor yang dinilai banyak ketimpangan.
Pasalnya, menurut Anwar, dalam pelaksanaan kegiatanya, pihak yang terlibat dalam kegiatan P3-TGAI ini, banyak yang bukan dari kalang masyarakat petani. Ada yang berlatar belakan BPD, Sekdes, Staf Desa, bahkan ada dari pendamping desa. Sedangkan bayak petani aktif yang memilik kartu tani, tidak terlibat dalam kegiatan P3-TGAI ini alias “Gigit Jari”.
Anwar Ressa menjelaskan, P3-TGAI adalah program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani, yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau Induk Perkumpulan.
Kata dia, hal tersebut merupakan upaya akal-akalan Gapoktan Dadakan dalam menyerap anggaran Negara. Hal ini juga terindikasi akan dijadikan objek kepentingan dan keuntungan kelompok tertentu di jajaran pemerintahan desa.
Baca Juga : Aspirasi Salah Penerima, Pembangunan Jaringan Irigasi di Desa Pandansari Dihentikan
Sebagai Pemerhati, lanjut dia, saya sangat prihatin, dalam program Nawa Cita ke tujuh ini. Seharusnya Program Pak Presiden Jokowi ini, dijadikan Subjek Pembangunan Masyarakat Petani Kedepankan, berkelanjutan (Sustainable), agar para masyarakat petani lebih Sejahtra dan maju.
“Bukan sebaliknya, Program ini dijadikan Objek kepentingan oleh oknum- oknum yang diduga hanya mencari keuntungan pribadi, kelompok maupun golongannya yang memanfaatkan program ini dengan mendirikan Gapoktan Dadakan, alias Petani abal-abal, “Cetusnya.
Lebih lanjut Anwar mengatakan, “Hal tersebut, tentunya harus menjadi bahan kajian evaluasi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR untuk mengambil langkah perbaikan dan harus selektif dalam verifikasi calon penerima P3-TGAI.
Hal tersebut perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan, supaya upaya pihak-pihak tertentu yang ingin menggerogoti keuangan Negara bisa dicegah. Serta upaya memberantas tidak pidak korupsi agar program baik ini, tepat guna dan tepat sasaran yang tentunya sangat bermanpaat bagi masyarakat petani, “Pungkas Anwar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bantuan ini keluar secara serentak di Kabupaten Bogor dan menyebar diberbagai wilayah dengan besaran nominal Rp.195.000.000.00. [ur]


Komentar Via Facebook :