Ratusan Warga Tergabung GEMA BSP Gelar Aksi Demo di Kantor DPRD Garut
CYBER88 | GARUT -- Ratusan warga masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Banjarwangi Singajaya Peundeuy (GEMA-BSP) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Garut , Jalan Patriot No 2, Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa-Barat, Kamis (20/8/2026).
Dalam aksinya mereka menuntut dan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan.
Setelan melakukan orasi di depan Kantor DPRD Garut perwakilan massa diizinkan masuk untuk berdialog ke Gedung DPRD Garut Audensi diterima Bupati dan anggota DPRD Garut, meski sempat memanas, audiensi tersebut akhirnya menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Salah satunya, ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat di tiga kecamatan tersebut mendapatkan alokasi anggaran Rp2,5 miliar pada APBD Perubahan 2026 untuk penanganan awal atau penambalan jalan.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi GEMA-BSP, Alan Muhtar, mengatakan hasil audiensi memang belum sepenuhnya memuaskan seluruh pihak. Namun, menurutnya, setidaknya perjuangan masyarakat berhasil mendorong munculnya keberpihakan anggaran terhadap ruas jalan yang sebelumnya tidak mendapatkan alokasi.
" Alhamdulillah, hasil dari aksi pada hari ini membuahkan hasil. Memang belum memuaskan semua pihak, tetapi setidaknya ada keberpihakan terhadap kami. Awalnya tidak dikasih sama sekali, sekarang di anggaran perubahan ada Rp2,5 miliar, " kata Alan Muhtar.
Menurutnya, Anggaran Rp2,5 miliar tersebut bukan merupakan penyelesaian total kerusakan jalan, melainkan digunakan terlebih dahulu untuk penanganan awal berupa penambalan.
" Rp2,5 miliar itu untuk penambalan dulu yang paling penting, ada anggaran yang awalnya kosong, sekarang menjadi ada, " katanya.
Meski demikian, Ia menegaskan yang menjadi poin utama dalam audiensi tersebut adalah adanya komitmen penyelesaian pembangunan ruas jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy pada tahun 2027.
Berdasarkan hasil kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara, pembangunan jalan tersebut ditargetkan selesai pada 2027, dari ujung hingga ujung.
" Kesepakatannya, 2027 tidak mau tahu, pembangunan harus selesai. Banjarwangi sampai Peundeuy difokuskan untuk tahun 2027, " tegasnya.
Pemerintah tidak menetapkan angka anggaran secara spesifik dalam kesepakatan untuk tahun 2027. Namun, substansi kesepakatannya adalah seluruh ruas jalan sepanjang kurang lebih 41 kilometer harus dituntaskan.
" Anggarannya tidak disebutkan berapa. Yang penting 41 kilometer selesai. Selesai dari ujung sampai ujung, " ungkap Alan.
Lebih lanjut, Alan Muhtar menuturkan, komitmen tersebut, bukan sekadar pernyataan lisan. Hasil kesepakatan antara pihak masyarakat, DPRD dan Eksekutif dituangkan dalam berita acara audiensi yang ditandatangani para pihak.
Dalam berita acara tersebut disebutkan bahwa DPRD dan Bupati Kabupaten Garut sepakat memperbaiki jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy dengan anggaran Rp2,5 miliar pada anggaran perubahan 2026.
Selanjutnya, akan menuntaskan penyelesaian pembangunan jalan melalui anggaran tahun 2027.
" Ini sudah tercantum di dalam berita acara. Jadi bukan hanya omongan. Tahun 2027 selesai, dari ujung sampai ujung, " tuturnya.
Dalam pembahasan audiensi juga disampaikan bahwa sumber anggaran untuk penyelesaian jalan dapat berasal dari berbagai tingkatan baik Pemerintahan Pusat, Provinsi dan Daerah.
" Pokoknya anggaran dari pusat, provinsi dan daerah difokuskan ke sana. Selesai 2027. Itu deal dan sudah tercantum, " ujarnya.
Ia berharap, komitmen yang sudah dituangkan dalam berita acara benar-benar diwujudkan dalam kebijakan anggaran dan pekerjaan fisik di lapangan. Karena masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi kepastian bahwa jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas warga tersebut benar-benar diperbaiki.


Komentar Via Facebook :