Ketua DPD Pertuni Banten Dorong Pembangunan Pusat Pendidikan bagi Penyandang Disabilitas Netra
Adik Rifai Ketua DPD Pertuni Provinsi Banten
CYBER88 | SERANG – Ketua DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Provinsi Banten, Adik Rifai, mendorong terwujudnya pusat pendidikan dan kegiatan bagi penyandang disabilitas netra melalui Yayasan Netra Cipta Tama.
Adik mengatakan, yayasan tersebut merupakan bagian dari upaya menyediakan ruang pendidikan bagi penyandang disabilitas netra, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA), untuk para disabilitas.
Menurutnya, lahan untuk pembangunan pusat pendidikan tersebut masih dalam proses pemenuhan persyaratan. Pemerintah mensyaratkan ketersediaan lahan sekitar 300 meter persegi yang berasal dari hibah.
"Yang sudah ditanggung itu di Keramat Patuh. Pemerintah minta 300 meter, Waringin ini baru 200. Saya masih melobi sebelahnya supaya mau dihibahkan. Yang di Petir juga masih dalam proses," ujar Adik.
Ia menjelaskan, apabila kebutuhan lahan terpenuhi, lokasi tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk kegiatan pendidikan. Pada siang hari, fasilitas itu juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang mendukung aktivitas penyandang disabilitas netra.
Adik berharap pemerintah daerah maupun kalangan pengusaha dapat memberikan dukungan kepada Yayasan Netra Cipta Tama, baik dalam bentuk bantuan maupun dukungan lainnya.
"Harapannya pemerintah dan pengusaha bisa membantu Yayasan Netra Cipta Tama," katanya.
Ia menyebut Kabupaten Serang menjadi salah satu wilayah yang tengah diupayakan sebagai lokasi pembangunan fasilitas tersebut. Namun, Adik menegaskan bahwa pihaknya terbuka apabila terdapat dukungan lahan di Kota Cilegon, kabupaten/kota lain di Banten, maupun di luar daerah.
"Semoga bisa di Kota Cilegon, di kota atau kabupaten lain, bahkan luar kota pun bisa. Karena saya ingin jangkauannya lebih luas," ujarnya.
Adik berharap keberadaan fasilitas tersebut nantinya dapat menjadi pusat pendidikan sekaligus ruang pengembangan potensi bagi penyandang disabilitas netra, sehingga mereka memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk belajar, berkarya, dan beraktivitas secara mandiri.


Komentar Via Facebook :