FGD Rumah Literasi Merah Putih Soroti Kunci Investasi dan Kemandirian Energi Sukabumi
CYBER88 | Sukabumi — Rumah Literasi Merah Putih menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang membahas investasi, ketersediaan listrik, dan kemandirian energi di Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026).
Digelar di Cafe The Bumee, Kecamatan Cisaat, FGD tersebut mempertemukan unsur penegak hukum, pemerintah, PLN, BPN, pers, LSM, hingga pelaku UMKM.
Forum sepakat, investasi tidak akan tumbuh tanpa kepastian hukum, energi yang andal, serta kondisi sosial yang kondusif.
Kasi Intel Kejari Cibadak, Rachaman, S.H., M.H., menegaskan kepastian hukum menjadi faktor penting untuk menarik investor.
“Penegak hukum hadir memberikan kepastian dan rasa aman. Tanpa kepastian hukum, investor tidak akan masuk,” ujarnya.
Perwakilan PLN UIP JBT menyatakan kesiapan menjaga keandalan pasokan listrik untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan investasi di Sukabumi.
Sementara BPN menyoroti pentingnya tertib administrasi pertanahan agar persoalan lahan tidak menjadi hambatan investasi.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Jujun Juaeni, S.Sos., M.M., menilai keamanan dan stabilitas daerah merupakan tanggung jawab bersama.
“Sinergi pemerintah, masyarakat, pers, dan aparat sangat dibutuhkan agar tidak terjadi miskomunikasi yang menghambat pembangunan,” katanya.
Dari unsur pers, PWI Jawa Barat, PWI Kabupaten Sukabumi, dan SMSI Sukabumi Raya menyatakan siap mengawal pembangunan melalui pemberitaan yang kritis, berimbang, dan konstruktif.
Ketua SMSI Sukabumi Raya Eman Sulaeman menegaskan media siber harus ikut mencerdaskan masyarakat dan menjaga iklim investasi tetap kondusif.
“Pemberitaan jangan memprovokasi, tetapi harus mencerdaskan dan membangun,” ujarnya.
Pelaku UMKM Saeful Usman berharap investasi dan kemandirian energi memberikan dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Menurutnya, listrik yang stabil dan terjangkau menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha.
FGD tersebut menegaskan tiga hal yang menjadi kunci investasi Sukabumi, yakni kepastian hukum, ketersediaan energi, dan informasi publik yang sehat.
Rumah Literasi Merah Putih berharap hasil diskusi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi dasar kolaborasi nyata antara pemerintah, aparat, pers, masyarakat, dan dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sukabumi.


Komentar Via Facebook :