Kendati Tak Dapat Izin, Warga Warga RW 05 Cigombong Tetap Gelar Bazar Ramadhan Terapkan Prokes

Kendati Tak Dapat Izin, Warga Warga RW 05 Cigombong Tetap Gelar Bazar Ramadhan Terapkan Prokes

CYBER88 | Bogor -- Menunggu waktu berbuka puasa memang lebih syahdu sambil ngabuburit dan berburu takjil. Bazar Ramandhan bisa menjadi salah satu tempat tujuan bagi yang menjalankan ibadah puasa.  

Warga RW 05 Cigombong Kabupaten Bogor, memanfaatkan bulan suci Ramadhan ini dengan mengadakan acara Bazar Ramadhan di Taman Gajah Villa Mutiara Lido. Warga pun mendirikan sejumlah booth jualan sebagai media pemasaran. 

Jelang berbuka puasa, satu persatu makanan dan minuman dipersiapkan untuk masyarakat yang sedang mencari panganan untuk berbuka puasa. Dari mulai makanan ringan, makanan berat, minuman segar tersedia.

Kendati tak mendapatkan izin resmi dari pemerintah setempat, namun Bazar Ramadhan ini tetap dilaksankan. Mereka berpatokan sejumlah daerah lainnya memperbolehkan berjualan takjil untuk menutupi kebutuhan ekonomi di masa pandemic Covid-19. Bazar pun dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. 

Mereka menganggap, hal tersebut merupakan tradisi yang biasanya dilaksanakan oleh masyarakat Cigombong setiap bulan Ramadhan dan sudaj menjadi tradisi turun-temurun.

Sementara pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan yang tidak merasa memberikan perijinan, tetap melakukan menghimbauh menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dalam kegiatan. Ini tentunya supaya tidak muncul Klaster baru penyebaran Covid-19.

Heri Hendrawan Kades Cigombong mengatakan, “kami pihak desa tidak semerta memberikan ijin karena kita tahu saat ini masih masa pandemi. Semua ini merupakan Inisiatif warga dan apa boleh buat kegiatan tetap berjalan. Karena warga juga membutuhkan penghasilan.

Namun demikan, kami meminta, baik pada padagang, maupun pengunjung untuk mematuhi prokes. Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, kami bantu kegiatan ini dengan menyediakan tempat cuci tangan, "ujar Heri yang didampingi Kasie Trantib, Teguh, Minggu (23/4/2021)

Heri menegaskan, kegiatan Bazar ini dilaksanakan dengan ketat, mengingat sangat berpotensi menimbulkan banyak keramaian. Oleh karena itu, pihaknya selalu menghinbau untuk tidak berkerumun. 

Intinya, kegiatan jangan sampai melanggar prokes Covid 19. Dan itu harus diperhatikan oleh siapapun, “Pungkas Heri.[ur]

Komentar Via Facebook :