Kursi Wabup Klaten Masih Kosong, Koalisi Minta Rekomendasi DPP Segera Terbit
CYBER88 | KLATEN – Kekosongan kursi Wakil Bupati Klaten terus menjadi perhatian publik. Di saat masyarakat berharap roda pemerintahan berjalan dengan formasi lengkap, proses pengisian jabatan tersebut masih tertahan karena satu rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai koalisi belum diterbitkan. Padahal, tahapan di tingkat daerah disebut telah rampung.
Sekretaris Koalisi Pengusung pasangan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan almarhum Benny Indra Ardhianto yang juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Klaten, Hariyanto, menegaskan tidak ada kendala administratif maupun politik di tingkat daerah. Menurutnya, seluruh partai pengusung telah mencapai kesepakatan.
"Di tingkat DPC Gerindra sudah sepakat mengusulkan dua kandidat, yakni Linda dan Yunanto. Enam partai koalisi parlemen sudah menandatangani kesepakatan bersama. Tiga partai koalisi nonparlemen juga sudah berdiskusi bersama kami maupun dengan Bupati," kata Hariyanto, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, proses di daerah kini hanya menunggu satu tahapan terakhir, yakni terbitnya rekomendasi dari DPP salah satu partai koalisi.
"Sebagai sekretaris koalisi, kami belum bisa melangkah ke tahapan berikutnya apabila seluruh rekomendasi dari DPP belum lengkap. Saat ini tinggal satu rekomendasi yang belum keluar," ujarnya.
Hariyanto menilai keterlambatan pengisian jabatan Wakil Bupati mulai berdampak terhadap efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Kehadiran wakil bupati dinilai penting untuk memperkuat koordinasi birokrasi, mempercepat pelaksanaan program pembangunan, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, ia berharap partai yang belum menerbitkan rekomendasi segera menyelesaikan proses internalnya agar tahapan pengisian Wakil Bupati Klaten tidak terus berlarut.
"Kami berharap rekomendasi itu segera diterbitkan. Semua partai koalisi memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat agar kekosongan jabatan ini tidak semakin lama," tegasnya.
Di tengah munculnya berbagai spekulasi politik terkait lambannya proses tersebut, Hariyanto memastikan komunikasi antarpartai koalisi tetap berjalan kondusif. Ia optimistis rekomendasi yang ditunggu segera turun sehingga mekanisme pemilihan Wakil Bupati Klaten dapat dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami memohon masyarakat tetap bersabar. Harapan kami sama, kursi Wakil Bupati Klaten segera terisi sehingga pemerintahan bisa berjalan lebih maksimal," katanya.
Berlarut-larutnya proses pengisian jabatan Wakil Bupati kini tidak lagi dipandang sebagai persoalan administratif semata. Di mata publik, keterlambatan tersebut menjadi ujian soliditas koalisi pengusung dalam menuntaskan komitmen politik yang telah dibangun sejak Pilkada.
Semakin lama rekomendasi DPP belum diterbitkan, semakin besar pula sorotan masyarakat terhadap keseriusan partai-partai koalisi dalam menyelesaikan kekosongan salah satu jabatan strategis di Pemerintah Kabupaten Klaten.


Komentar Via Facebook :