Renovasi Makam Kyai Langgeng Dimulai, Hibah Bambang Sridaya Perkuat Pelestarian Sejarah dan Wisata Religi Magelang
CYBER88 | Magelang — Pemerintah Kota Magelang memulai renovasi Makam Kyai Langgeng yang ditandai dengan peletakan batu pertama di area tersebut, pada Senin (29/6/2026) pagi.
Renovasi ini menjadi langkah nyata melestarikan situs bersejarah yang berkaitan dengan Perang Jawa (1825–1830) sekaligus memperkuat pengembangan wisata religi di Kota Magelang.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan Makam Kyai Langgeng merupakan bagian penting dari sejarah Kota Magelang yang harus dijaga juga dilestarikan keberadaannya.
"Pelestarian situs sejarah adalah bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa dalam perjuangan bangsa serta menjadi warisan budaya bagi generasi mendatang," terangnya.
Direktur Wisata Taman Kyai Langgeng, Sri Widodo, menjelaskan renovasi meliputi penataan kawasan makam dengan pemasangan granit dan marmer, serta perbaikan lingkungan agar lebih representatif bagi para peziarah.
Ia menyebut kunjungan peziarah terus meningkat, bahkan banyak rombongan datang dari luar daerah seperti Cirebon, Gresik, dan Pati, sehingga kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi.
Renovasi ini sepenuhnya didukung melalui hibah dari pengusaha ternama asal kota Klaten sekaligus merupakan keturunan atau trah Keraton Pajang Surakarta, yaitu Raden Bambang Sridaya.
Ia mengaku terdorong memberikan bantuan setelah mendapat panggilan batin untuk ikut merawat makam para leluhur yang dinilainya memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi Tanah Jawa maupun Indonesia.
"Saya menghibahkan pembangunan ini dengan ikhlas sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur. Renovasi diperkirakan rampung dalam satu bulan," ujar Bambang Sridaya.
Ia menargetkan setelah direnovasi, Makam Kyai Langgeng semakin ramai dikunjungi, menjadi pusat wisata religi, sekaligus mengingatkan masyarakat akan perjuangan para pendahulu.
Pemerintah Kota Magelang berharap renovasi ini menjadi awal penguatan pelestarian cagar budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis sejarah dan religi.


Komentar Via Facebook :