Wakil Ketua DPRD Jabar Himbau untuk Tidak Nekat Mudik

Wakil Ketua DPRD Jabar Himbau untuk Tidak Nekat Mudik

CYBER88 | Sumedang – Pemerintah pusat kembali menegaskan bahwa segala jenis mudik baik perjalanan jarak jauh maupun perjalanan antar Kabupaten/Kota di wilayah aglomerasi dilarang selama periode peniadaan mudik 6-17 Mei 2021.

Hal tersebut dijelaskan juga oleh Wakil Ketua DPRD Jabar, DR. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, kepada Cyber88, kebijakan itu sebagai upaya mengendalikan penyebaran Covid-19.

Ia mengimbau masyarakat, agar tidak nekat mudik saat lebaran 2021. Wakil Ketua DPRD itu pun khawatir akan menjadi seperti di India yang saat ini mencekam akibat gelombang kedua Covid-19 jika masyarakat nekat mudik.

Pandemi Covid-19 masih tinggi, oleh karenanya, kami mengimbau masyarakat   untuk tetap menahan diri dengan tidak mudik tahun ini, ungkapnya saat dikonfirmasi pada acara silaturahmi dan buka bersama kader PDI Perjuangan di gedung DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jumat, (7/5/2021).

Meskipun sejumlah masyarakat sudah melakukan vaksinasi, mobilitas sejatinya harus tetap dihindari dalam masa pandemi Covid-19. Apalagi, belakangan ini muncul kerumunan di pasar-pasar menjelang lebaran.

Antisipasi terhadap penularan virus Corona ini masih terus dilakukan meskipun masyarakat sudah divaksin. Penerapan protokol kesehatan wajib dipatuhi bersama, tegasnya.

Ia menilai kebijakan itu akan efektif jika semua pihak saling bekerja sama dan mengawasi.

“Tentu harus ada kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, Satpol PP sampai kepada pemerintahan desa sampai ketingkat  RT/RW,” imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak nekat mudik saat lebaran 2021. Ia khawatir akan menjadi seperti di India yang saat ini mencekam akibat gelombang kedua Covid-19 jika masyarakat nekat mudik.

Pandemi Covid-19 masih tinggi, oleh karenanya, kami mengimbau masyarakat untuk tetap menahan diri dengan tidak mudik tahun ini, ungkap.

Selanjutnya, meski sejumlah masyarakat sudah melakukan vaksinasi, mobilitas sejatinya harus tetap dihindari dalam masa pandemi Covid-19.

“Apalagi, belakangan ini muncul kerumunan di pasar-pasar menjelang lebaran. Antisipasi terhadap penularan virus Corona ini masih terus dilakukan meskipun masyarakat sudah divaksin. Penerapan protokol kesehatan wajib dipatuhi bersama,” tegasnya. [Wawan]

Komentar Via Facebook :