Isolasi Mandiri Harus Dibarengi Solusi, Masyarakat Berharap Penggunaan Anggaran Covid-19 Harus Tepat Sasaran
CYBER88 | Bandung -- Corona virus Disease 2019, atau orang lebih mengenalnya dengan Covid-19, seakan akan telah membuat sebagian besar manusia, hampir di seluruh negara yang ada dibelahan bumi ini terkena dampaknya
Sebagaimana halnya yang terjadi dinegara kita, dengan adanya virus Corona yang tak kunjung selesai, membuat banyak orang mulai merasakan dampak yang sangat besar terutama dalam menjalani kehidupan sehari hari.
Upaya pemerintah sendiri dalam mencari solusi agar Pandemi ini cepat berakhir terus dilakukan, dari mulai Pembatasan Sistematis Berskala Besar (PSBB), hingga mendatangkan Vaksin dari negara lain yang menghabiskan dana triliunan rupiah
Bahkan untuk tahun 2021 ini, sebagaimana yang dikatakan Mentri Keuangan Sri Mulyani, pemerintah kita sampai menganggarkan anggaran penanganan covid-19 ini dari dana APBN hingga mencapai 173,3 Triliun, angka ini melonjak dua tingkat lebih dari anggaran APBN yang dikucurkan pada tahun 2020 sebesar 63,5 Triliun
Berbagai jenis bantuanpun pada pertengahan tahun 2020 dari pemerintah mulai diberikan pada masyarakat dengan harapan bisa meringankan beban penderitaan masyarakat yang ekonominya terdampak Pandemi.
Menyikapi dari masalah anggaran Covid-19, berikut jenis bantuan bantuan yang turun dimasyarakat, justru dari sinilah awalnya polemik baru ditengah pandemi covid-19 yang muncul dimasyarakat
Seperti halnya dengan apa yang diraaakan oleh Dedi (54) warga Kelurahan Jatihandap, Cicaheum, kota Bandung, Jawabarat.
Dedi mengaku dirinya sangat kecewa dengan sikap dan perilaku para pegawai di kelurahan dimana ia tinggal
Pasalnya begitu anak bungsunya dinyatakan positif terkena covid-19, dari hasil test viciar, Dedi dan istrinya dilarang keluar rumah oleh RW dan pihak kelurahan setempat. Dedi dan istrinya pun Isolasi mandiri dari hari Selasa (08/06/21)
Yang menjadi muncul pertanyaan dibenak saya itu, tak lain dari sikap pemerintahan setempat dengan adanya kejadian ini, seakan-akan mereka seperti melepas tanggung jawabnya begitu saja, "Cetus Dedi.
"Terus terang pak, Saya sangat prihatin dengan kejadian ini, bagaimana jadinya kalau masalah ini, menimpa orang orang yang notabene pendapatannya pas Pasan, mereka itu kan perlu makan
"Sementara, yang saya rasakan selama di Isolasi, baik RW atau dari pihak kelurahan tak seorang pun yang datang ke rumah, "Ungkapnya.
"Apakah dengan dilakukannya isolasi mandiri itu, peran pemerintah cukup sampai disitu ?
"Untung saja kejadian ini menimpa saya, mohon maaf pak yah, kalau hanya untuk menutupi kehidupan sehari hari, untuk saya dan keluarga itu masih ada untuk 1 bulan kedepan, "Ungkap Dedi.
"Saya berharap dengan besarnya kucuran dana dari APBN untuk menangani covid-19 ini, dan adanya berbagai macam jenis bantuan dari pemerintah seharusnya disertai dengan pengawasan dan pendataan yang superketat dari pihak pihak terkait, agar semuanya itu menjadi tepat sasaran
"Jangan sampai berita yang selama ini di gembar gemborkan oleh pemerintah tentang besarnya anggaran penanganan covid-19 itu cuma hoax belaka, atau hanya untuk pencitraan diri dan golongan nya saja
Masyarakat berharap kepada pemerintah daerah atau pusat untuk memonitor atau mengawal dana tersebut supaya tepat sasaran sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kita bersama, "pungkas Dedih. [sr]


Komentar Via Facebook :