Dengan Anggaran 4 Milyar, Petugas Pikul Jenazah Covid-19 TPU Cikadut, Harapkan APD sesuai SOP

Dengan Anggaran 4 Milyar, Petugas Pikul Jenazah Covid-19 TPU Cikadut, Harapkan APD sesuai SOP

CYBER88 | Bandung -- Sebagaimana telah disebutkan Dinas Tata Ruang (Distaru) kota Bandung Jawa Barat, total anggaran yang disiapkan untuk pekerja harian lepas tenaga pikul Jenazah yang terkena covid-19 di pemakaman TPU Cikadut, sebesar 4 Milyar. Tenaga pikul jenazah tersebut akan mendapatkan gaji sebesar Rp 2.7 juta perbulan

Dengan adanya besaran total anggaran tersebut, seharusnya keluhan keterlambatan pemberian gajih yang terjadi pada Pekerja Harian Lepas (PHL) tenaga pikul Jenazah di TPU Cikadut, tak sepantasnya harus terjadi.

Seperti diberitakan seblumnya, Para penggali kuburan yang berada di Taman Pemakaman Cikadut yang berada di Kelurahan Karang Pamulang Kecamatan Mandala Jati Kota Madya Bandung Jawa Barat, mengeluh kurangnya perhatian dari Pemrintah Kota maupun Pemerintah Pusat.

Tak hanya di Cyber88.co.id, keluhan keterlambatan pemberian gajih untuk para pemikul jenazah covid-19 di TPU Cikadut, ramai diberitakan dan sempat menjadi topik pemberitaan di media cetak dan online. Persoalan tersebut, kini sudah diselesaikan oleh Dinas terkait.

Namun, sekarang persoalan baru muncul lagi dari masalah penyediaan APD yang dirasakan oleh para petugas pemikul  jenazah, sangat jauh dari SOP pelaksanaan pemakaman Jenazah covid-19

Fajar Apriandi (36), kepala regu dari PHL pemikul jenazah mengatakan, "saya berharap pemerintah atau Dinas terkait yang memegang anggaran untuk pengadaan APD lebih memperhatikan kami kami ini dalam hal penyediaan APD

"Jangan sampai kami sendiri kesulitan dalam mendapatkan APD, selama ini kami hanya menggunakan APD seadanya saja, Keluh dia Jum'at (20/05/21)   

"Menurut saya pribadi dengan anggaran 4 Milyar itu, seharusnya segala sesuatu perlengkapan kami ini sudah tersedia dengan baik, tidak sampai kekurangan, "Tandasnya.

"Kita kolkulasikan saja pak, gajih kami ini dalam satu bulan hanya 2,7 juta dikali 35 orang itu, persatu bulannya hanya 94,5 juta

"Kalau saja dikalikan dalam 12 bulan saja hanya 1milyar 134 Juta, jadi sisa anggaran 2 milyar 850 juta nya, dikemanakan ? 

"Selain APD, pasilitas penerangan di area galian juga masih kurang, bukan apa apa kalau ada jenazah yang harus dikebumikan pada malam hari, saya dan rekan rekan cukup kesulitan, "Jelasnya.

"Dan untuk akses jalan kedalam wilayah pemakaman, setidaknya di cor, atau minimal di pasang papingblok, karena kalau lagi hujan jalanan menjadi licin, dan untuk kami juga memikul peti jenazahnya lebih aman, "Pungkas Pajar. (D²H)

Komentar Via Facebook :