Sedih, Ungkapan Penggali Kubur Covid-19 di TPU Cikadut yang Tak Terperhatikan
CYBER88 | Bandung -- Para penggali kuburan yang berada di Taman Pemakaman Cikadut, yang berada di Kelurahan Karang Pamulang Kecamatan Mandala Jati Kota Madya Bandung Jawa Barat, mengeluh kurangnya perhatian dari Pemrintah Kota maupun Pemerintah Pusat.
Hal ini dirasakan oleh Deri firmansah, salah satu anggota petugas penggali kubur yang berada di tempat pemakaman tersebut.
Fajar andriadi, sebagai kepala regu pemakaman menuturkan, “propesi ini saya tekuni hanya sekedar memanjangkan hidup untuk menapkahi keluarga dan anak anak karena tidak punya keahlian lain.
Maka dari itu, lanjut Fajar, kami atas nama para anggota semua meminta kepada Pemerintah Kota dan Pemerintah Pusat untuk memperhatikan kesejahteraan kami secara khusus.
“Karena pekerjaan yang kami tekuni ini mengagandung resiko yang sangat berat, baik bagi kami maupun bagi keluarga kami, ketika kami menguburkan jenazah korban Covid-19, “Tutur Fajar.
Dia menambahkan, di masa pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang ketakutan dengan kondisi seperti ini. Ia juga merasa sedih setiap kali melihat keluarga jenazah yang hadir di pemakaman.
Sementara itu, Gerandong (nama samara) satu anggota mengungkapkan kepada Cyber88.co.id, “bahwa gajih per bulan yang dia terima sangat tidak cukup.
Apalagi sekarang menjelang hari raya idul fitri, kebutuhan kami semakin meningkat, “Ujar dia.
“Maka dari itu kami atas nama para pekerja pengali kubur mengetuk hati para pejabat pemerintah daerah maupun pusat untuk memikirkan kesejahteraan kami secara khusus yang notabene hanya beroperasi sebagai penggali kuburan, "Pungkasnya. [d3dyh]


Komentar Via Facebook :