Jelang Lebaran Pusat Perbelanjaan di Kota Bandung Mulai Penuh, Wakil Walikota Ingatkan Pandemi Belum Usai

Jelang Lebaran Pusat Perbelanjaan di Kota Bandung Mulai Penuh, Wakil Walikota Ingatkan Pandemi Belum Usai

CYBER88 | Bandung -- Jelang Idul Fitri 1442H, sejumlah pusat perbelanjaan yang berada di Kota Bandung mulai penuh sesak oleh warga yang berbelanja kebutuhan lebaran.Sehingga, hal itu menimbulkan kerumunan di pusat perbelanjaan,

Menyikapi hal itu, Wakil Wali Kota Bandung mengingatkan bahwa pandemi covid-19 di Kota Bandung itu belum usai sehingga semua harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak.

"Jadi bisa saja di dalam itu dikasih pembatas. Dan kita selalu ingatkan, baik kepada pedagang dan pembeli itu protokol kesehatannya, memakai masker, jaga jarak, dan yang lainnya," kata Yana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/5/2021).

Kata dia, “Karena banyaknya kerumunan di pusat perbelanjaan, Pihak Pemkot telah memerintahkan dinas terkait dan aparat kewilayahan untuk mengatasi hal tersebut agar tak lagi terjadi.

"Kita telah menugaskan Dinas terkait seperti, Satpol PP, Dishub beserta Kewilayahan untuk meminimalisasi kerumunan itu," sebutnya.

Yana pun mengajak masyarakat agar tidak lelah untuk menerapkan protokol kesehatan karena pandemi covid-19 masih terjadi. Sehingga tidak akan terjadi ledakan kasus penyebaran covid-19 di Kota Bandung.

"Karena pengalaman sebelumnya, ledakan penyebaran covid-19 itu biasanya terjadi setelah libur panjang, 2 minggu sampai 1 bulan. Itu sudah terbukti saat libur panjang Oktober dan akhir tahun lalu. Jadi kita cukup khawatir dengan libur panjang kali ini," ucapnya.

"Makanya kita harus saling mengingatkan, kata Yana, karena di satu sisi pelaku ekonomi merasa 'marema' saat ini setelah beberapa lama. Cuma kita ingatkan lagi ledakan itu bisa terjadi kalau kita abai terhadap pelaksanaan protokol kesehatan.

Yana juga menyampaikan, penutupan jalan di Kota Bandung merupakan upaya untuk meminimalisasi kerumunan yang kerap terjadi di beberapa titik. Oleh karena itu, warga dilarang keras membuka penutup jalan yang telah ditentukan.

"Kalau benar ada oknum (yang membuka penutup jalan) saya pikir tangkap saja, tidak boleh itu, kan (penutupan jalan) itu demi kebaikan," Tandasnya.

"Upaya itu untuk mengurangi kerumunan seperti di Dipatiukur, kalau sampai ada oknum (yang membuka penutup jalan), apalagi untuk kepentingan sendiri itu seolah-olah dzalim," katanya.

"Saya ingatkan terus, pandemi covid-19 ini belum selesai. Pemerintah Kota Bandung tidak akan lelah mengingatkan warga bahwa protokol kesehatan itu kuncinya," Pungkasnya. [*dedih]

Komentar Via Facebook :