BAZNAS Kota Cilegon Salurkan Santunan Rp177,6 Juta kepada 296 Pemandi Jenazah, Perkuat Sinergi Zakat lewat SK UPZ Polri dan Kodim
CYBER88 | CILEGON – Di balik setiap prosesi terakhir seorang manusia, ada tangan-tangan ikhlas yang bekerja dalam senyap. Mereka hadir saat keluarga berduka, menjalankan tugas yang tidak ringan namun sangat mulia: memandikan jenazah, mengurus tubuh yang telah wafat, lalu mengantarkannya menuju peristirahatan terakhir dengan penuh hormat dan sesuai tuntunan agama. Atas pengabdian yang kerap luput dari sorotan itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon kembali menyalurkan santunan kepada para pemandi jenazah.
Pada Rabu (8/7/2026), BAZNAS Kota Cilegon menyalurkan santunan tahap kedua tahun 2026 sebesar Rp177.600.000 kepada 296 pemandi jenazah di Kota Cilegon. Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Cilegon dan dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kepada unsur Polri dan Kodim 0623/Cilegon sebagai bagian dari penguatan sinergi penghimpunan zakat di lingkungan instansi vertikal.
Kegiatan tersebut dihadiri H. Mahmudin, SH., M.Si. yang mewakili Wali Kota Cilegon, Drs. H. Panca N. Widodo, M.Si. selaku Staf Ahli Wali Kota Cilegon Bidang Pemerintahan dan Hukum yang mewakili Wakil Wali Kota Cilegon, perwakilan Kementerian Agama Kota Cilegon, unsur Kodim 0623/Cilegon, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Cilegon, serta ratusan penerima manfaat.
Bagi sebagian orang, menjadi pemandi jenazah bukan sekadar pekerjaan sosial, melainkan panggilan pengabdian. Tugas itu menuntut keberanian, ketelatenan, pemahaman syariat, sekaligus keikhlasan untuk hadir kapan pun masyarakat membutuhkan. Dalam suasana duka, para pemandi jenazah menjadi bagian penting dari pelayanan umat, membantu keluarga menunaikan salah satu kewajiban fardu kifayah dengan penuh kehormatan.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Drs. H. Fajri Ali, MM, menegaskan bahwa santunan bagi pemandi jenazah merupakan bentuk penghormatan atas pengabdian mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan keagamaan yang sangat mulia.
“Profesi pemandi jenazah adalah amanah mulia yang tidak semua orang sanggup menjalaninya. Dibutuhkan keikhlasan, kesabaran, sekaligus keberanian. Melalui santunan ini, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan perhatian kepada bapak dan ibu sekalian yang selama ini menjadi bagian penting dari pelayanan sosial keumatan,” ujar Fajri Ali.
Ia menjelaskan, dana santunan tersebut berasal dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon serta Kementerian Agama Kota Cilegon melalui BAZNAS. Ia pun mengajak seluruh penerima manfaat untuk turut mendoakan para muzaki agar senantiasa diberi kesehatan, kelapangan rezeki, dan keberkahan dalam menjalankan amanah.
Menurut Fajri, penyerahan SK UPZ kepada Polri dan Kodim juga menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola zakat di Kota Cilegon. Kehadiran UPZ di lingkungan instansi diharapkan mampu memperluas jangkauan penghimpunan zakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Semakin kuat kolaborasi dan semakin luas jaringan penghimpunan zakat, maka semakin besar pula dampak sosial yang bisa kita hadirkan bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain program santunan pemandi jenazah, BAZNAS Kota Cilegon selama ini juga terus menggulirkan berbagai program sosial lainnya, mulai dari santunan anak yatim, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan pendidikan, layanan kesehatan, sunatan massal, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, H. Mahmudin, SH., M.Si. yang mewakili Wali Kota Cilegon menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS dalam menyalurkan manfaat zakat kepada masyarakat, khususnya kepada para pemandi jenazah yang selama ini menjalankan tugas kemanusiaan dengan penuh ketulusan.
“Pemerintah Kota Cilegon menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada BAZNAS Kota Cilegon atas perhatian yang terus diberikan kepada para pemandi jenazah. Tugas yang dijalankan bapak dan ibu adalah pengabdian mulia. Semoga santunan ini membawa manfaat, menambah semangat dalam melayani masyarakat, dan semoga penghimpunan zakat di Kota Cilegon terus meningkat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Drs. H. Panca N. Widodo, M.Si., yang mewakili Wakil Wali Kota Cilegon, berharap sinergi antara Pemerintah Kota Cilegon, BAZNAS, para muzaki, serta berbagai instansi terus diperkuat agar pengelolaan zakat semakin profesional, amanah, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Salah satu penerima manfaat, Uhsun (76), warga Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kota Cilegon. Ia yang telah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai pemandi jenazah menilai bantuan tersebut bukan hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian yang selama ini dijalani.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami merasa diperhatikan dan dihargai. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi semua,” tuturnya.
Melalui penyaluran santunan dan penguatan kelembagaan UPZ di lingkungan Polri serta Kodim, BAZNAS Kota Cilegon berharap ekosistem zakat di daerah semakin kokoh. Dengan penghimpunan yang kian optimal, manfaat zakat diharapkan menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong, kepedulian, dan solidaritas sosial di Kota Cilegon.


Komentar Via Facebook :