Remaja Masjid Miliki Peran Strategis Basmi Hoaks

Remaja Masjid Miliki Peran Strategis Basmi Hoaks

CYBER88 | Majalengka -- Remaja masjid memiliki peran strategi dalam upaya masif, menangkal sampah digital.
Gelombang sampah digital berupa ujaran kebencian, fitnah, pornografi dan konten negatif lain menjadi "virus" yang lebih berbahaya ketimbang Covid-19.

Banjir sampah digital harus dihentikan, setidaknya dihadapi dengan konten positif, inspiratif dan memotivasi semangat berkarya.
Di ruang itulah, peran remaja masjid sangat diperlukan. Selain memiliki kedekatan dengan pengguna sosmed yang mayoritas berusia muda, religiusitas remaja masjid menjadi modal dasar yang menentukan.

"Remaja masjid sebagai bagian dari calon pemimpin masa depan, harus membangun kapasitas dirinya. Selalu melihat sisi positif dalam setiap keadaan, termasuk dalam memanfaatkan internet," ungkap  pengamat internet, Deni Yudiawan saat Webinar dan Workshop Literasi Digital Cirebon hari kedua Minggu (27/6/2021).

Acara yang mengusung tema Ramatloka (Remaja Masjid Digital Bangun Solusi Sosial) berlangsung selama dua hari (Sabtu-Minggu). Kegiatan yang disponsori oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat, bertujuan meningkatkan kapasitas remaja masjid sebagai calon pemimpin, terutama menghadapi serbuan sampah digital.

Dua pembicara lain yakni Yudha PS dan Icha Sinaga (pegiat literasi digital) memberikan tips dan trik menghadapi dan melawan sampah digital.
Icha juga mengutip hasil survey salah satu lembaga tahun 2017, yang menyebutkan ada sekitar 800.000 situs di Indonesia berisi konten negatif dan ujaran kebencian.

Harapan agar remaja masjid tidak hanya mengambil peran di ranah keagamaan, tetapi juga sosial, lingkungan lainnya juga disampaikan
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dalam pesannya saat membuka webinar hari pertama Sabtu (26/6/2021).

Uu meminta remaja masjid bisa menjadi penggerak optimalisasi fungsi masjid. Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah mahdhah saja, seperti salat dan mengaji. Namun juga ibadah ghairu mahdhah, yaitu ibadah sosial, ekonomi, politik dan interaksi sosial masyarakat lainnya.

"Seperti zaman Rasulullah Muhammad SAW, masjid menjadi pusat peradaban manusia dimana berbagai kegiatan umat dilaksanakan," katanya.

 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :