Ibu dan Anak Cacat Tinggal di RTLH, Benarkah Fakir Miskin Dipelihara Oleh Negara?

Ibu dan Anak Cacat Tinggal di RTLH, Benarkah Fakir Miskin Dipelihara Oleh Negara?

CYBER88 | Tanggamus -- Pasal 34 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan "Fakir Miskin dan Anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara". Selanjutnya dalam Pasal 27 Ayat (2) menyatakan "Bahwa tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan".

Untuk menangani fakir miskin, Pemerintahan membuat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin (“UU Fakir Miskin”).

Namun, pada praktiknya masih banyak fakir miskin yang tidur di pinggir jalan atau hidup disebuah rumah yang tak layak untuk ditempati.

Hal tersebut seolah menjadi permasalahan klasik berhubungan dengan pendataan kriteria fakir miskin. Padahal UU Fakir Miskin mengatur secara ketat dalam hal pendataan guna menghindari pemalsuan data verifikasi dan validasi sebagaimana diatur dalam Pasal 11 ayat (3) UU Fakir Miskin.

Sangat memprihatinkan saat Cyber88.co.id  melihat kehidupan pasangan Asmarudin dan Asyama  yang memiliki 7 orang anak satu diantara  mengalami cacat mental. Mereka pun tinggal di sebuah rumah  yang tidak layak huni di dusun Pamanyinan Pekon Suka Maju kabupaten Tanggamus.

Asyama sendiri mengalami kebutaan sehingga kesulitan untuk mengasuh anak nya yang cacat.

"Sudah lama saya mengalami kebutaan, juga telinga saya tidak dapat mendengar dengan jelas ketika ada suara orang berbicara tidak jelas suaranya hanya seperti gemuruh air, "tutur Asyama ketika di jumpai di kediamannya pada Rabu (30/06)

Asyama mengeluhkan semua penderitaannya yang hampir tidak mampu untuk merawat 4 orang anaknya yang masih kecil kecil. 

Ia mengatakan anak yang besar memang sudah bekerja tapi hanya sebagai buruh rumahan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, "tutur Asyama.

Asyama menyebut, mata pencaharian suaminya Asmarudin hanya menyadap aren   untuk di buat gula.

"Hasilnya tidak menentu  terkadang dapat banyak kadang juga sedikit bahkan terkadang tidak mendapatkan apa apa, "ucapnya.

"Dengan kondisi kami yang seperti ini kami sangat  kesulitan sekali untuk dapat mebiayai pengobatan istri dan anak kami apa lagi untuk memperbaiki rumah untuk memberikan nafkah sehari hari pun kami selalu kekurangan, "keluh Asmarudin.

Ia berharap agar pemerintah dapat memperhatikan dan membantu pengobatan istri dan anaknya, melihat kondisi rumah yang tak layak huni dan hampir rubuh. Ia pun berharap agar pemerintah dapat memberikan tempat tinggal yang layak, "harapnya. (dilla)

Komentar Via Facebook :