Kades Babakanmanjeti Bersama Sargas Covid-19, Sosialisasikan PPKM Darurat
CYBER88 | Majalengka -- Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai hari besok tanggal 3 Juli sampai 20 Juli mendatang.
Hal ini dilakukan, merespons lonjakan kasus Covid-19 sejak beberapa pekan terakhir yang menyebabkan fasilitas kesehatan kewalahan,
Menyikapi adanya kebijakan baru itu, Pemerintah Desa Babakan Manjeti, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa barat, bersama satgas Covid-19 tinggkat Desa, Jum’at (2/7), dengan berkeliling ketiap Blok- Blok, di lingkungan desa tersebut memberikan sosialisari PPKM Darurat.
Mereka juga tak pernah lelah memberikan imbauan protokol kesehatan sembari melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah warga. Termasuk diblok Sukamulya 1.
Kepala Desa Babakanmanjeti, H Ali Rachman mengatakan, "Sebelum, diterapkannya PPKM Darurat mulai besok hari, khusus untuk Desa Babakanmanjeti ini, sebelumnya sudah kami sosialisasikan kepada warga."
"Hal ini kami lakukan untuk mengendalikan Covid-19, di seluruh wilayah Desa pelosok Desa Babakanmanjeti, “Kata dia saat ditemui Cyber88.co.id di ruang kerjanya.
Menurutnya, ini semua dilakukan agar masyarakat bisa mendisiplinkan dirinya dalam menjalankan Prokes, supaya terhindar dari serangan Covid-19.
Ia pun mengatakan, Pemerintahan Desa Babakanmanjeti dan satgas Covid, tidak akan pernah lelah memberikan imbauan terhadap masyarakat agar selalu waspada dan tidak menyepelekan virus corona.
"Sosialisasi penerapan protokol kesehatan berupa memakai masker, mencuci tangan, dan Menjaga jarak, serta tidak membuat kerumunan massa, terus kami lakukan," Lantut dia.
Selain itu, kata dia, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan pihak Tim Gugus Tugas Covid-19 serta Forkompincam dalam pelaksanaan PPKM ini.
"Saya juga selalu menghimbau kepada RT dan RW agar lebih selektif dalam mengakomodir masyarakat lain yang akan masuk ke wilayah desa kita ini. Entah itu saudara kita sendiri atau bukan, supaya membawa hasil tes Swab dari tempat asalnya dan melapor ke desa kami," tegasnya.
"Bagi masyarakat luar," lanjutnya, "Manakala tidak membawa hasil tes Swab atau keterangan telah divaksinasi dari daerah asalnya, maka kami akan melakukan isolasi secara mandiri untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan
Hal sama disampaikan Babinsa, Sertu Dewanto yang mengatakan, "Kami juga menyampaikan ke pihak warga masyarakat yang ada di lingkungan agar jangan menyepelekan bahayanya Covid19.
“Ikuti anjuran Pemerintah dan tetap Patuhi Prokes, “Tegas dia. (Tatang)


Komentar Via Facebook :