Panglipur Laksana, Lawan Covid-19 Dengan 5M Berbasis Keselamatan Jiwa dan 3M Syareat Agama
CYBER88 | Bandung -- Salah satu bukti keseriusan pemerintah kita didalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang berbasis pada keselamatan jiwa yaitu dengan mengubah strategi pencegahan dari 3M menjadi 5M
Begitu serangan Corona Virus Disease tahun 2019 (Covid-19) masuk ke Negri tercinta kita ini, pemerintah kita langsung mengeluarkan aturan bahwa seluruh rakyat Indonesia diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir, dan wajib menjaga jarak (3M)
Namun seiring berjalannya waktu dan semakin dahsyatnya dampak negatif yang ditimbulkan virus corona yang dapat mengancam daya tahan atau Imun tubuh seseorang, maka pemerintah melakukan penambahan strategi dari 3M menjadi 5M
Adapun penambahan aturan 2M yang wajib diterapkan untuk dijalankan seluruh rakyat Indonesia, yaitu dengan Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas.
Akan tetapi lain hal dengan yang dilakukan oleh salah satu Perguruan Pencaksilat Panglipur Laksana yang beralamat di Jln Cilengkrang I, RT/01/15 Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.
Ditemui Cyber88.co.id, Jum'at (09/07/21), Dedi Hidat (50), biasa dipanggil Bah Yayi salah satu tokoh spiritual dan dewan penasihat perguruan pencak silat Panglipur Laksana, mengatakan, "Covid-19 itu, selain menyerang imun seseorang, juga menyerang keimanan seseorang
"Makanya, saya selalu tekankan kepada semua anggota dan pengurus perguruan ini, jangan sampai terlalu takut dan terlalu berani akan adanya serangan Covid-19 ini
"Pada dasarnya keberadaan covid-19 itu memang ada, tapi segala sesuatu yang ada harus diyakini oleh kita semua, pada dasarnya itu atas kehendak yang maha ada, "Ungkapnya.
"Maka dari itu, saya selalu mewanti wanti pada semua pengurus maupun anggota perguruan ini agar selalu belajar meyakini keberadaan yang maha ada itu memang benar benar ada
"Jangan sampai dengan adanya covid-19 itu merusak mental dan akidah kita, "Imbuhnya.
"Selain itu juga, saya selalu mewajibkan kepada semua anggota dan pengurus agar bisa melawan covid-19 itu, selain dengan menerapkan aturan pemerintah, juga diwajibkan selalu menerapkan 3M dengan Syareat ajaran agama Islam," Tandasnya.
"3M yang diyakini oleh perguruan kami ini adalah membiasakan diri untuk Menutup mulut dengan kalimah kalimah thoyibah
Kemudian, selalu membiasakan diri Mencuci tangan dengan cara mau berbagi kepada sesama makhluk tuhan, jangan sampai kita ini melihat orang orang disekeliling kita itu, dengan adanya Isoma dimasa PPKM terasa terasingkan
Lalu,"Dalam bahasa Menjaga jarak, saya juga selalu berpesan kepada semua anggota dan pengurus perguruan ini, agar bisa membawa diri kita ini, dimanapun berada selalu menjaga jarak dengan hal yang dilarang oleh sang maha ada, Alloh SWT, "Jelasnya.
Sementara itu, Dadang Komara (52), sebagai Guru besar perguruan tersebut mengatakan, "Saya secara pribadi meyakini dengan adanya perguruan pencak silat ini setidaknya daya tahan tubuh anak anak didik saya, dimasa Pandemi covid-19 ini, bisa terjaga
"Selain itu, diperguruan kami ini, selain mendidik anak anak itu akan cara menjaga daya tahan tubuh, juga mereka semua di didik untuk tetap bisa menjaga mental ditengah Pandemi covid-19 ini, "Ungkapnya.
"Secara pribadi saya punya keyakinan, negara itu membutuhkan anak anak bangsa yang bermental kuat, tidak cepat putus asa, dan berkepribadian sabar serta jujur, "Pungkas Dadang. [2d]


Komentar Via Facebook :