Ekonomi Sulit di Masa PPKM Darurat Berjalan, Masyarakat Harapkan Bantuan Pemerintah

Ekonomi Sulit di Masa PPKM Darurat Berjalan, Masyarakat Harapkan Bantuan Pemerintah

CYBER88 | Bandung -- Makin banyaknya orang yang terkena serangan virus Corona diwilayah pulau Jawa dan Bali, membuat pemerintah harus lebih exstra lagi didalam usaha memutus mata rantai penyebaran penyakit tersebut. Himbauan dan aturan pemerintah sendiri mengenai arti pentingnya menjaga protokol kesehatan dimasa Pandemi, sedemikian rupa selalu disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat

Akan tetapi serangan covid-19 masih saja tetap merebak, Hingga akhirnya memaksa pemerintah pusat harus menerapkan lagi sistim pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara darurat diwilayah pulau Jawa dan Bali, yang diberlakukan sejak tangga 3 juli sampai 20 Juli mendatang.

Namun dilain sisi, seiring dengan diberlakukannya PPKM Darurat yang dimulai dari tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021, opini - opini publikpun mulai muncul, sebagaimana halnya yang terjadi di masyarakat wilayah Bandung Timur

Ditemui Cyber88.co.id, Dadang  (50) salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung Jawabarat, mengatakan, "Pada dasarnya saya secara pribadi ikut mendukung semua usaha pemerintah dalam memutus matarantai covid-19, seperti halnya dengan diberlakukannya lagi PPKM Darurat seperti sekarang ini.

"Tapi dilain sisi, pemerintah sendiri harus jeli dan secepatnya memberikan solusi untuk masyarakat akan biaya hidup sehari harinya, selama dalam masa PPKM "Ungkap Dadang

"Kalau berbicara dampak yang ditimbulkan dari covid-19 itu, sebenarnya semua orang juga kena dampaknya, itu memang betul adanya

"Tapi pemerintah sendiri harus lebih jeli dengan keberadaan orang orang yang notabene tidak punya penghasilan tetap, dengan adanya PPKM darurat ini, seakan akan mereka itu, untuk makan sehari harinya saja sangat sulit didapat, "Jelasnya.

"Makanya saya berharap bantuan pemerintah secepatnya diturunkan dan sekaligus menghimbau pada RT, RW, jangan sampai tebang pilih didalam melakukan pendataannya,

Kami berkata bengitu karena pakta di lapangan khususnya di daerah kami kenyataanya seperti itu,kadang yang dapat bantuan itu kebanyakan keluarga dan orang orang yang dekat dengan pengurus.

"Seharusnya semua masyakat kecil yang tidak punya penghasilan tetap, mereka itu pantas untuk mendapatkannya, jangan sampai bantuan itu terkesan tebang pilih, "Sesalnya.

Lain hal dengan yang dikatakan Imas (40) warga kelurahan cigending Ujungberung, mengatakan, "Mau ada PPKM Darurat, mau tidak ada, yang jelas begitu adanya covid-19 cari uang itu makin sulit

"Untuk makan sehari hari saja makin susah, makanya kalau untuk saya dan ke dua anak saya, keadaan ini dianggap biasa biasa saja,

Untuk sebab itu kami mungkin mewakili seluruh rakyat, hususnya kalangan bawah mohon perhatian nya,jangan sampai kami harus menurut pada aturan tapi kebutuhan kami tidak di perhatikan, " pungkasnya.[D2]

Komentar Via Facebook :