Menaker : Pengusaha Jangan Manfaatkan PPKM Darurat untuk Melakukan PHK
CYBER88 | Jakarta -- Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk memperketat aktivitas masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.
Kebijakan tersebut difokuskan untuk wilayah jawa dan bali yang diberlakukan sejak tanggal 3 sampai 20 Juli 2021 akibat melonjaknya kasus Covd-19 selama beberapa waktu terakhir. Hal ini tentunya akan berdampak besar terhadap sektor perburuhan.
Oleh karena itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah meminta semua pihak, terutama pekerja/buruh, pengusaha, dan pemerintah daerah untuk patuh mengikuti PPKM Darurat sebagai ikhtiar bersama menahan laju penyebaran Covid-19 yang sangat dahsyat.
Permintaan Menaker Ida tersebut menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) Nomor M/9/HK.04/VII/2021, yang meminta kepada para Gubernur agar mengimbau para pelaku usaha di wilayahnya, utamanya untuk memperhatikan petunjuk penerapan protokol kesehatan di tempat kerja serta mematuhi ketentuan PPKM Darurat.
Ida pun menekankan pada para pengusaha untuk tidak memanfaatkan situasi ini salah satunya melakukan PHK pada karyawan.
“Saya mengingatkan kepada semua pihak agar PPKM Darurat ini tidak dimanfaatkan untuk memperburuk atau menambah masalah ketenagakerjaan,” ujarnya.
Dia meminta, semua pihak mengupayakan agar dalam situasi saat ini tidak terjadi pemutusan hubungan kerja antara pengusaha dengan pekerja/buruh.
Ida berharap, kedua belah pihak hendaknya sama-sama memahami situasi saat ini dengan bijaksana.
“Kita tahu bahwa kondisi saat ini tidak mudah. Justru karena itulah solusi yang terbaik adalah selalu mengedepankan dialog bipartit,” tegasnya.
Selain dialog bipartit di perusahaan, dialog di tingkat tripartit juga menjadi penting, “Kata Ida.
Berkaitan hal ini, mengingat karakteristik daerah berbeda-beda, pemerintah daerah didorong untuk menginisiasi dialog secara tripartit baik melalui kelembagaan (lembaga kerjasama tripartit) maupun dialog dalam bentuk lainnya bila ada masalah industrial.
“Dialog yang dilandasi saling percaya dan pikiran yang positif adalah cara ampuh untuk menyelesaikan persoalan,” pungkasnya. [eh]


Komentar Via Facebook :