Hari ke Enam PPKM Darurat Mobilisasi Warga Tinggi, Penyekatan di Kota Bogor Dilakukan 24 Jam

Hari ke Enam PPKM Darurat Mobilisasi Warga Tinggi, Penyekatan di Kota Bogor Dilakukan 24 Jam

CYBER88 | Bogor -- Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, Pihaknya melakukan penyekatan selama 24 jam untuk 6 titik sekat dan 7 pos cek point.

Kata dia, kal itu dilakukan lantaran Mobilitas masyarakat yang beraktivitas pada saat PPKM Darurat Jawa-Bali di Kota Bogor masih tinggi. Di hari ke enam pun sejumlah titik masih ramai.

“Penyekatan kami melaksanakan 24 jam untuk 6 titik sekat dan 7 pos cek point. Pantauan pagi ini dari arah Kabupaten Bogor cukup deras (ramai) menuju arah ke kota Bogor, “Kata Susatyo dalam keterangannya, KAmis (8/7/2021)

Di Dramaga antrian kendaraan sekitar 2 kilometer,” Imbuh dia.

Sementara situasi tengah kota, Lanjut Kapolresta, terlihat sangat lengang. Susatyo menegaskan, pihaknya terus berupaya menekan mobilitas masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

“Kami berharap sampai tanggal 20 Juli nanti masyarakat semakin sadar dan paham maksud diberlakukannya PPKM Darurat ini, ” katanya.

“Ingat bahwa hak sehat adalah hak masyarakat. Sehingga sampaikan kepada pimpinan perusahaan apakah bekerja dalam sektor yang diperbolehkan 100 persen, atau 50 persen, atau harus tutup. Ini kami harus sampaikan,” Tegasnya.

Susatyo juga meminta agar masyarakat menahan diri untuk tetap dirumah.

“Yakinlah bagi petugas Satgas Covid-19 membatasi mobilitas adalah tidak menyenahkan bagi semua. Tapi tolong dipahami ini adalah menjadi bagian dari usaha kita bersama dalam memerangi Covid-19,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolresta Bogor menyampaikan, selain titik sekat, untuk mengantisipasi jalur tikus atau jalur-jalur kecil lainnya, pihaknya juga memberlakukan cek point yang ada di tengah kota.

“Bila selama ini cek point pada malam hari, sekarang kami berlakukan cek point di tengah kota untuk memastikan penyeleksian kendaraan dari pinggiran. Titik sekat benar-benar terseleksi sampai tengah Kota,” katanya.

Ia memastikan semua ruas yang menjadi fokus penyekatan selalu dijaga petugas. Sehingga ketika tidak ada penjagaan, maka alurnya dialihkan untuk menuju titik sekat.

“Sehingga memudahkan petugas melakukan pemeriksaan. Kita buat rekayasa lalin. Karena kalau semua berkumpul di satu titik jadi tidak efektif pemeriksaan,” Pungkasnya. (*ur)

Komentar Via Facebook :