Kapolres Kuansing dan Forkopimda Resmikan Fasilitas Isoman di Gedung UNIKS Kab.Kuantan Singingi
CYBER88 | Taluk Kuantan - Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto beserta Forkopimda Kab.Kuantan Singingi melaksanakan Acara Peresmian Fasilitas Isolasi mandiri covid-19 di Gedung Universitas Islam Kuansing Kabupaten Kuansing bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing yang di Pimpin oleh Wakil Bupati Kuansing Drs. H. Suhardiman Amby. Kamis, (15/07/21).
Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto Kajari Kuansing yang diwakili Kasi Intel Rinaldi Adriansyah, Plt. Sekda Kab.Kuansing Dr. Agus Mandar, S.Sos, M.Si, Para Asisten Pemda Kab. Kuansing, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kuansing di wakili Kabid Kesehatan dr. Yohanes, Wildan Aspar Hasibuan.
Dari Persatuan Ahli Epidemologi Riau/Anggota Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Provinsi Riau,
Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kuansing Jefrinaldi, Kepala Kementerian Agama Kab. Kuansing Drs. H. Jisman, MA, Ketua PKK Kab. Kuansing Wella Mayangsari, Kabag Ops Polres Kuansing Kompol Erde Dianto, SH, Wakil Ketua PKK Kab. Kuansing, Anggota PKK Kab. Kuansing, para Kapolsek Jajaran Polres Kuansing, para Danramil, para Camat, Tokoh Masyarakat Kab. Kuansing danTokoh Agama Kab. Kuansing.
Pada kesempatan ini Plt.Kadis Kesehatan Jefrinaldi dalam laporannya menyampaikan
terimakasih kepada Forkopimda dan undangan yang hadir dalam rangka untuk Peresmian Gedung Fasilitas Isolasi Mandiri Covid-19 ini, dan dia berharap agar Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Kab. Kuansing dapat Bersinergi dalam Penanganan Covid-19 dan Bebas dari Covid-19 di Wilayah Kab. Kuansing.
Sedangkan sambutan dari Dr.Wildan Aspar Hasibuan dari persatuan Ahli Epidemologi Riau/Anggota Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Provinsi Riau menjelaskan sejarah terbentuk dan masuknya penyebaran Covid-19.
"Saat ini di wilayah Provinsi Riau sudah masuk status siaga covid-19, dan akan bertambah terus terkonfirmasi Covid-19, penyebaran Covid-19 bisa masuk secara Langsung dan tidak Langsung," ungkapnya.
Dr.Wildan Aspar Hasibuan menjelaskan agar masyarakat dapat meningkatkan Protokol Kesehatan dimanapun berada (5 M dan 3 T) ini salah satu kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar dapat meningkatkan penyuntikan Vaksin Covid-19 ini juga salah satu kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang diwakili oleh Kabid Kesehatan Provinsi Riau dr. Yohanes mengatakan salah satu peran untuk memutus penyebaran Covid-19 ini bisa dilakukan melalui Ibu-ibu, ini sangat berpengaruh dalam memutus penyebaran virus Covid-19, baik itu dilakukan di rumah maupun di luar rumah.
Dalam kesempatan ini, sambutan dari Wakil Bupati Kuansing Drs.H. Suhardiman Amby menyampaikan ucapan terimakasih
kepada Forkopimda dan para undangan yang hadir dalam acara ini.
Selanjutnya rombongan Forkopimda Kab.Kuansing berangkat ke lokasi tempat Peresmian Fasilitas isolasi mandiri covid-19 di Gedung Universitas Islam Kuansing untuk melakukan acara pemotongan pita secara simbolis dan rombongan melakukan
Peninjauan ke ruang gedung Isolasi Mandiri Covid-19 untuk melihat fasilitas di ruangan tersebut.
Adapun Fasilitas yang diadakan diruangan isolasi mandiri tersebut berupa:
- 2 ruangan (1 ruang rawat pasien pria dan 1 ruang rawat pasien wanita)
- Kamar petugas jaga nakes (1 ruangan)
- Kamar mandi 3 ruangan (1 kamar mandi pasien pria,1 kamar mandi pasien wanita,1 kamar mandi petugas medis jaga)
- Pantri, Loundry, dan ruang jemuran 2 tempat (Pantri pasien laki laki dan Pantri pasien perempuan)
- Lapangan olahraga pasien covid 2 tempat
- Mushola pasien 1 tempat
- Ruang Alat Insenerator untuk pembakaran limbah/sampah pasien dan ruang nakes 1 lokasi
- Perlengkapan pasien dan nakes
- Bed/kasur pasien 20 Bed (10 untuk pasien pria,10 untuk pasien wanita)
- Bed/kasur Nakes 3 bed
- Insenerator/ pembakar limbah 2 drum
- Loker pasien 20 buah (per pasien)
- kipas angin 20 buah (per pasien)
- Mesin cuci pasien 2 unit
- Kompor gas pasien 2 unit
- TV pasien 2 unit
Sedangkan petugas yang melayani di gedung isolasi mandiri covid-19 tersebut dilayani oleh Petugas jaga Nakes selama 24 jam Full (9 orang nakes jaga yang terbagi dalam 3 shift perhari)
- Petugas jaga keamanan satpol PP (9 orang terbagi dalam 3 shift)
- Obat - Obatan rutin untuk kesembuhan pasien
- Pengolahan limbah pasien
- Makan dan minum pasien 3 kali sehari (disediakan oleh Dinkes)
- Olahraga pasien tiap pagi dipimpin oleh instruktur nakes
- Ruang ibadah
- TV/ Hiburan
- Pantry dan Loundry." ungkap Jefri. *


Komentar Via Facebook :