Tinjau PT Aneka Gas Industri, Presiden Pstikan Kebutuhan Oksigen Medis Terpenuhi

Tinjau PT Aneka Gas Industri, Presiden Pstikan Kebutuhan Oksigen Medis Terpenuhi

Poto Biro Pers Sekretariat Presiden

CYBER88 | Jakarta -- Kenaikan kasus covid-19 yang masih terus terjadi menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen secara nasional. Komoditas tersebut diperlukan untuk membantu proses penyembuhan pasien, baik yang berada di rumah sakit maupun di tempat-tempat isolasi.

Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah demi memastikan ketersediaan oksigen aman hingga beberapa bulan ke depan. Salah satunya, dengan mendorong industri gas meningkatkan kapasitas produksi mereka.

"Pemerintah terus bekerja keras memenuhi kebutuhan oksigen secara nasional dan kita telah bekerja sama dengan industri-industri di dalam negeri untuk mengamankan pasokan dan distribusi oksigen medis yang dibutuhkan masyarakat sehingga kebutuhan oksigen secara nasional bisa terpenuhi," ujar Jokowi seusai meninjau PT Aneka Gas Industri di kawasan Pulo Gadung, Jakarta, Jumat (16/7/2021). 

Presiden sangat mengapresiasi upaya PT Aneka Gas Industri yang telah bekerja maksimal memenuhi kebutuhan oksigen medis dengan terus menambah kapasitas produksi. Kinerja tersebut sangat membantu suplai oksigen nasional.

Pabrik di Pulo Gadung merupakan salah satu dari tiga pabrik Aneka Gas Industri yang berada di wilayah Jawa bagian barat yang memproduksi oksigen, nitrogen, dan argon. 

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 110 ton per hari. Adapun, pabrik yang berada di Cikande memiliki kapasitas produksi 250 ton per hari, dan pabrik di Cibitung memiliki kapasitas produksi 100 ton per hari. 

Dengan demikian, total kapasitas produksi korporasi mencapai 460 ton per hari untuk Jawa bagian barat. 

Secara total, kapasitas produksi di seluruh Indonesia mencapai kurang lebih 1.000 ton per hari. 

Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri Rachmat Harsono mengatakan pihaknya langsung bereaksi begitu melihat stok oksigen yang semakin menipis di tengah pandemi Covid-19. 

"Dengan dibantu Kementerian Perindustrian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Kesehatan, kami mengonversi hampir 90% produk oksigen yang biasanya digunakan untuk industri menjadi oksigen untuk medis," jelas Rachmat. 

Jika seluruh produsen oksigen di Tanah Air memaksimalkan usaha mengonversi oksigen untuk kebutuhan medis, kebutuhan akan oksigen yang sedang meningkat akan bisa dipenuhi. Di Indonesia sendiri ada empat produsen oksigen lainnya selain PT Aneka Gas Industri. 

"Kalau kita all out, semua dikonversi untuk medis, menurut saya masih cukup. Dengan catatan semua berusaha untuk memaksimalkan produksi karena air separation plant itu tidak bisa dilipatgandakan produksinya, tapi bisa diubah model operasinya. 

Artinya, dimaksimalkan produksi oksigen. Kalau menurut Pak Menteri Kesehatan kira-kira kebutuhan pada saat peak itu adalah 2.200 ton per hari, itu masih mencukupi," tandasnya.***

Komentar Via Facebook :