ASDP Perkuat Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Lintasan Ketapang–Gilimanuk Tetap Terkendali

ASDP Perkuat Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Lintasan Ketapang–Gilimanuk Tetap Terkendali

CYBER88 | Banyuwangi — Menghadapi peningkatan volume penyeberangan pada periode arus balik Lebaran, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat langkah-langkah antisipatif guna menjaga kelancaran layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi intensif lintas instansi serta penerapan skenario operasional yang fleksibel, dengan keselamatan sebagai prioritas utama, Selasa (24/3/2026)

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan menghindari waktu-waktu puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa berbagai langkah mitigasi telah dipersiapkan secara matang dan siap diimplementasikan kapan pun diperlukan. Dalam kondisi normal, arus penyeberangan diharapkan berjalan lancar. Namun, apabila terjadi lonjakan kendaraan atau cuaca ekstrem, langkah penanganan akan segera dijalankan secara cepat dan terkoordinasi.

Dalam kondisi kepadatan, khususnya saat jumlah kendaraan di kantong parkir Pelabuhan Ketapang mencapai kapasitas maksimum, ASDP bersama KSOP, BPTD, dan Kepolisian akan menerapkan pola operasional Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Skema ini memungkinkan kapal segera kembali beroperasi tanpa menunggu muatan penuh sehingga antrean kendaraan dapat terurai lebih cepat.

Selain itu, kendaraan akan diarahkan menuju buffer zone seperti kawasan Bulusan, sementara armada berkapasitas besar dioptimalkan untuk mempercepat proses bongkar muat kapal.

Sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas terpadu, buffer zone Grand Watudodol dan Bulusan disiapkan dengan kapasitas sekitar 900 kendaraan untuk mobil pribadi dan bus. Sementara itu, kendaraan logistik dialihkan ke sejumlah lokasi penyangga dengan kapasitas sekitar 600 unit. Penggunaan buffer zone ini berperan penting dalam menjaga distribusi kendaraan sebelum memasuki pelabuhan serta sebagai langkah antisipasi saat terjadi kondisi darurat.

Saat ini, sebanyak 55 kapal disiagakan di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan produksi harian berkisar antara 28 hingga 32 kapal. Jumlah kapal yang beroperasi disesuaikan dengan kondisi lalu lintas, baik dalam pola Normal, Padat, maupun Sangat Padat.

ASDP juga mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy atau situs resmi Ferizy, karena pemesanan tiket telah dibuka hingga 60 hari sebelum keberangkatan. Pembelian tiket lebih awal diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan di area pelabuhan.

Dukungan dari unsur Kepolisian turut memperkuat pengelolaan arus penyeberangan. Kapolda Jawa Timur menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengaturan lalu lintas. Hal senada juga disampaikan Kapolri yang mendorong pemanfaatan kebijakan work from anywhere (WFA) sebagai salah satu strategi untuk mengurangi kepadatan pada periode tertentu.

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada H+1 (23 Maret 2026), jumlah trip kapal tercatat sebanyak 177 trip dengan total penumpang mencapai 38.212 orang, meningkat tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kendaraan roda dua mengalami peningkatan signifikan, sementara kendaraan roda empat tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, kendaraan logistik dan bus menunjukkan tren peningkatan, sehingga total kendaraan yang menyeberang mencapai lebih dari 11 ribu unit atau meningkat dibandingkan tahun lalu.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+1, total penumpang tercatat lebih dari 285 ribu orang, sementara total kendaraan mencapai lebih dari 63 ribu unit, menunjukkan adanya dinamika peningkatan mobilitas masyarakat selama periode arus mudik dan balik.

General Manager Cabang Ketapang menegaskan bahwa kesiapan operasional di lapangan terus dijaga secara optimal, mulai dari pengaturan kendaraan di buffer zone hingga percepatan proses bongkar muat kapal.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna memastikan seluruh skema operasional berjalan efektif, sehingga arus penyeberangan tetap lancar, aman, dan terkendali dalam berbagai kondisi.

 

Komentar Via Facebook :