LSM Sidik Perkara Meminta Usut Tuntas Kucuran Dana Kemenpora di Tanjung Leidong
CYBER88 I Labura - Sekretaris jenderal LSM Sidik Perkara Labura M Nasution meminta aparat penegak hukum segera mungkin mengusut kasus permainan pekerjaan paket proyek dari Kemenpora yang telah di kucurkan anggarannya beberapa tahun lalu kini kembali menjadi sorotan publik akibat pekerjaannya masih terbengkalai. Minggu, (01/08/21).
Kucuran anggaran dana Kementerian olah raga Indonesia ke kelurahan Tanjung Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara kini menjadi buah bibir di masyarakat sehingga makin menjadi sorotan publik.
Pasalnya, uang Negara ratusan juta rupiah yang telah dikucurkan atas usulan proposal berdalih masyarakat dengan kepanitiaan yg di komandoi seorang ASN guru SMAN 1 Tanjung Leidong.
Samsul Bahri diduga sebagai pemeran utama dalam mengerjakan anggaran ini, bahkan dengan programnya melibatkan beberapa orang keluarganya serta beberapa orang pilihan yang dipilih untuk bekerja sama dalam merekayasa pelaksanaan proyek pembuatan sarana stadion dan fasilitas sarana lapangan bola akhirnya mangkrak terbengkalai tak dapat digunakan semestinya.
Mangkraknya proyek kementerian yang beranggaran dana ratusan juta rupiah Ta. 2012 ini sangat dikecam masyarakat pemerhati dan pecinta olah raga di Labuhan batu raya hasil cacat dari proyek ini.
Ketika hal ini dikonfirmasikan CYBER88 melalui telepon hari ini kepada Camat Tanjung Leidong Arifin S.Pd, sebagai pemangku tertinggi yang menanggung jawab lapangan kecamatan tempat lokasi proyek kementrian RI dibuat, saat di telepon menyampaikan, "Jadi begini Pak, ijin lah ya mengenai proyek lapangan bola kaki di Kecamatan Tanjung Leidong saya tidak tahu, yang tahu persis itu Agusrial dikarenakan waktu itu saya masih Kasipen di Kecamatan Tanjung Leidong.
Agusrial tahu betul dikarenakan beliau langsung yang mengerjakan proyek lapangan bola kaki tersebut, kemarin ada beberapa temen media menanyakan melalui WhatsApp tentang itu, tetapi saya tidak jawab, karena saya tidak tahu dan tidak ikut campur dalam pengerjaan proyek lapangan bola kaki tersebut.
Dulu pun ada beberapa temen media menanyakan hal serupa, saya jawab seperti ini Pak. Bahwa saya tidak tahu menahu dikarenakan saya tidak ikut dalam mengerjakan proyek lapangan bola kaki di Tanjung Leidong. Kalau tahu persis masalah tentang pengerjaan proyek lapangan bola kaki tersebut, coba tanyakan ke Pak Agusrial dikarenakan beliau langsung mengerjakan proyek lapangan bola kaki disana," terangnya.
Hasil investigasi langsung di lapangan Jumat (30/7) terlihat kondisi lapangan cukup menyedihkan ditemui hanya rangka tiang pancang yang ada serta gawang Bola kaki yang tegak berdiri terbuat dari kayu bulat saja. kondisi areal lapangan penuh semak belukar tak terurus padahal ini juga sebagai lapangan umum pemerintah kecamatan. Kualuh Leidong.
Menerangkan Ketua Proyek Samsul Bahri alias Ulong juga sebagai tenaga Didik Pegawai Negara (ASN) di SMA .N 1 Tanjung Leidong Jumat (30/7) mengatakan biar saya luruskan itu memang proyek dari Kemenpora dana usulannya memang sudah kucur rapi cuma ratusan juta saja, kalau usulan kami Rp 1,6 milyar.
Pekerjaan ini ya begitulah tapi kan sudah diterima, kami punya pendamping. Merekalah yang menerima pekerjaan ini. Terang Samsul membuang bola panas kepada pendamping kegiatan proyek mereka.
Mengomentari hal ini Sekjen LSM Sidik Perkara Labura Sumut M. Nasution di Aek Kanopan pada Sabtu (31/7/21 menyatakan bahwa, "Yakinlah dalam waktu dekat ini kita akan melaporkan indikasi kecurangan kecurangan si penerima proyek yang oknum pelakunya ada beberapa ASN Labura.
Kita sudah selidiki dan turun memantau kelapangan, besar rasa kecewa bahkan sangat mengecam oknum pelaku proyek bukan saja mereka telah melakukan pembohong kepada Negara tapi mereka juga telah mengkhianati para generasi generasi di Tanjung Leidong yang masih kuat minat mereka dalam menggapai prestasi dari Dunia olahraga. Ini juga penzaliman kepada pemuda-pemudi di sana, yang pasti kita akan menggiring masalah ini ke Ranah hukum," tegasnya


Komentar Via Facebook :