Terkait TPK Desa Ciburuy yang Mendapat Banyak Sorotan, Warga Berharap BPD Tak Tutup Mata
CYBER88 | Bogor -- Terkait kinerja ketua TPK Desa Ciburuy yang banyak mendapat sorotan, makin bergulir. Selain dianggap mengambil keputusan sepihak tanpa koordinasi dengan pemerintahan Desa, beberapa warga menilai, Pengerjaan Hotmix jalan lingkungan yang dialokasikan di 4 RW itu banyak kejanggalan dalam pengerjaannya.
Baca Juga: Banyak Sorotan, Kinerja TPK Desa Ciburuy Dipertanyakan
Kotin, salah satu warga sekitar menyebut, di wilayah itu banyak warga yang biasa mengerjakan pengaspalan tetapi tidak dipekerjakan. Menurutnya, pengerjaan juga cenderung asal-asalan.
“Lihat saja tidak ada pembersihan lokasi diarea yang akan diaspal, harusnya dibersihkan dulu dan dari bahan material cairan lem perekat (emotion) banyak dicampur air sehingga hotmix tidak menempel kuat," ucap pria yang juga merupakan ahli pengaspalan yang sudah bersertifikasi itu.
"Bukan hanya itu saja seharusnya ketebalan dari hasil hotmix ini tidak sesuai, dari ketebalan Jialing itu, dari ketebalan 2 cm, ini mungkin 1 cm juga nggak," tambah dia.

Ia pun mengatakan, keputusan TPK yang dinilai terburu buru akan menjadi pertanyaan beberapa pihak, karna akan berdampak pada kualitas pembangunan.
Warga berharap, adanya kisruh terkait dana desa tahap lll yang direalisasikan dengan hotmix Jialing, BPD segera turun tangan jangan sampai terkesan tutup mata.
Sementara itu Kepala Desa Ciburuy Suherman memaparkan, dalam jumpa pers dikediaman ekbang beberapa waktu lalu. Kata dia uang sudah diserahkan kepada pihak TPK tanpa pemotongan sepeserpun dan disaksikan juga oleh kepala Dusun, Pendamping DD dan pihak lainya.
Sebelumnya diberitakan, Kinerja TPK disoal oleh ekbang. Pasalnya TPK tidak melakukan koordinasi dengan pemerintah desa. Parahnya lagi, pihak ekbang tidak mengetahui terhadap kegiatan pengerjaan pengaspalan di sejumlah titik sebagaimana yang telah direncakan dan dilaksanakan oleh TPK.
Ketua TPK pun mengakui atas kesalahan yang diperbuatnya itu. Ia beralasan kesalahannya itu bukan berdasarkan tanpa alasan. Katanya, kesalahpahaman saja bukan kesalahan antara saya dengan pemerintah, melainkan kesalahan secara pribadi dengan Ekbang. (apip)


Komentar Via Facebook :