SPBU Kompak Kembali Ecer Pertamax Walaupun Sempat Disegel

CV Sumayyah Nur Meccah Kembali Operasikan SPBU Kompak yang Telah Dihentikan Pemda Kepsul

CV Sumayyah Nur Meccah Kembali Operasikan SPBU Kompak yang Telah Dihentikan Pemda Kepsul

SPBU Kompak Kembali Beraksi Ecer Pertamax

CYBER88 I Sanana - Meskipun aktivitas jual beli BBM di lokasi SPBU Kompak di Desa Wainib Kecamatan Sulabesi Selatan sudah sempat dihentikan (Disegel-red) oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Pemda Kabupaten Kepulauan Sula pada tanggal 25 November 2021 lalu, namun seperti nya keputusan pihak Disprindagkop itu kembali mendapat perlawanan dari Rahmat selaku Direktur CV. Sumayyah Nur ameccah yang mengelola SPBU Kompak tersebut. Kamis, (09/12/21).

Padahal penghentian aktivitas jual beli BBM di lokasi SPBU Kompak yang di kelola oleh CV.Sumayyah Nur Meccah itu sudah berdasarkan Pembatalan Rekomendasi No. 048/109/KS/VI/2020, tanggal 29 Juni 2020 lalu.

Meskipun sudah dihentikan, namun pada hari Rabu (8/12/21) pekan kemarin, masih terlihat CV. Sumayyah Nur Meccah kembali melakukan aktivitas jual-beli BBM di lokasi SPBU Kompak.

Langkah Rahmat selaku Direktur CV.Sumayyah Nur Meccah ini mendapat sorotan dari warga setempat yang engan namanya di publish, disini kita bisa melihat bahwa Rahmat tidak menghargai keputusan Pemerintah daerah dalam hal ini Disprindagkop selaku Dinas terkait," ujar sumber itu.

"Langka Rahmat ini seperti mencoreng wajah Pemerintah daerah, seperti itu.Terkait Plang SPBU Kompak yang berubah nama dari Pertamina menjadi Pertamax, itu kan hanya modus operandi mereka, berdalih pengecer, namun pakai mesin Nozzle," ugkapnya sumber itu.

Apabila nanti ada orang lain yang melakukan hal demikian di samping SPBU di Desa Mangon Kecamatan Sanana,mereka buat lokasi sama seperti SPBU Kompak di Wainib, lalu berjualan seperti pengecer, tapi memakai mesin nozlle, apa boleh?! Ini kan nanti menjadi rancu jika Pemda tidak tegas," Kesal sumber tadi. 

Pemda harus tegas, harus punya wibawa, jangan kemudian terlihat seperti tidak dihargai.

"Sebagai masyarakat kami mau BBM murah, dan juga berkah, berkah untuk usaha kami, itu artinya BBM yang resmi dan legal sesuai arahan Pemerintah," tutupnya. (Red/Drakel).

Komentar Via Facebook :