Ditengah Pro Kontra, Kades Se-Kab Bandung Hari Ini Berada di Bali Untuk Kegiatan Study Banding dan Bintek

Ditengah Pro Kontra, Kades Se-Kab Bandung Hari Ini Berada di Bali Untuk Kegiatan Study Banding dan Bintek

Foto Medsos

Cyaber88.co.id -- Hari ini Minggu 19 Desember 2021 para Kepala Desa se Kabupaten Bandung tengah berada di pulau dewata Bali untuk melaksanakan study banding serta kegiatan Bintek pembinaan dan pendidikan peningkatan kapasitas Kepala Desa, sekaligus pelantikan DPC APDESI Kab Bandung. Untuk beberapa hari ke depan, mereka akan berada di pulau yang kentat dengan budaya Hindunya.

Sehari sebelum keberangkatan, para kepala desa itu telah menempuh syarat terkait aturan terbaru masuk atau liburan ke Bali. Aturan menekankan, setiap orang yang masuk ke Bali melalui perjalanan atau transportasi udara wajib menunjukkan hasil negatif tes antigen (H-1) bagi yang sudah menerima vaksinasi kedua Covid-19 dan hasil negatif PCR (H-2) bagi yang baru melakukan vaksin pertama. Wajib menunjukkan bukti vaksinasi melalui aplikasi Peduli Lindungi.

Ternyata, dari 270 kepala desa yang ada di Kabupaten Bandung, dikabarkan ada saja yang tak lolos persyaratan, sehingga kepala desa itu tak dapat berangkat dan harus merelakan uang Rp.9juta itu hangus.

Di jejarig sosial, nampak para kepala desa langsung memanfaatkan waktu untuk menikmati panorama yang selalu menjadi daya tarik wisatawan domedtik maupun luar. Di sana, mereka berselfi ria sembali melepas penat setelah menempuh perjalanan. 

Baca Juga : Usai Dapat Motor NMAX, 270 Kades di Kabupaten Bandung akan Study Banding Ke Bali. Ini Komentar Para Tokoh

Pro dan kontra dari beberapa pihak terkait kegiatan yang digelar di Bali ditengah Pandemi Covid-19, dikomentari oleh Wakil Ketua 1 Apdesi Kab Bandung Rosiman yang mengatakan bahwa dinamika tersebut sesuatu yang wajar, dan meminta masyarakat berpikir jernih dan menyingkapi dengan bijak, terhadap niat baik Bupati Bandung Dadang Supriatna yang ingin membantu dan memberdayakan kepala desa.

“Saya menyayangkan setiap ada kegiatan desa selalu ramai, sedangkan kegiatan studi banding lainnya, baik pejabat dinas maupun anggota DPR-RI, DPRD tidak pernah ribut dan kok diam tidak dikritisi, "Ujar Rosiman di Rumah Sakit Lama Soreang disela-sela swab test Sabtu 18 Desember 2021, seperti dikutip Cyber88.co.id dari media Kasasi dan Balebandung Minggu (19/12/2021).

Sebelumnya, salah satu tokoh masyarakat Lili Muslihat menyoroti agenda kegiatan ini. Kata dia, kebijakan ini akan memicu munculnya kecemburuan dan kebencian dari pada kepada desa yang tidak punya prestasi, terlebih kepala desa yang melakukan dugaan korupsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lili Muslihat meminta pada pemerintah daerah untuk melihat keadaan rakyat sekaran seperti apa? Menurutnya banyak rakyat miskin yang susah bahkan sedang sakit ditengah pandemi yang belum berakhir.

Baca Juga : Kepala UPT PUTR Ciwidey Sebut Papan Informasi Pelebaran Jembatan di Jalan Sukaati - Cipelah dibuka pasang, SPK Nunggu Konfir Koordinator

Sementara itu, dikutip dari beberapa media, Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Universitas Nurtanio Bandung, Djamu Kertabudi mengatakan, Proses penyadaran dan pemahaman publik terhadap fenomena politik dan pemerintahan khususnya di Kabupaten Bandung tampak memiliki intensitas yang kian tumbuh dan berkembang.

Hal ini menurut dia, ditandai sejauh mana partisipasi publik dalam menyuarakan pendapat atau pandangannya terhadap kondisi eksisting yang ditimbulkan oleh kebijakan daerah yang dinilai bernuansa kontroversi.

Terkait kegiatan yang dilaksanakan di Bali, Ujar dia, bila dihubungkan dengan sang Covid, kiranya semua pihak akan memiliki pandangan sama. Artinya, akan lebih elok penyelenggaraan bimtek ini di daerah sendiri dengan berbagai argumen yang memadai.

Komentar Via Facebook :