Disenggol Straight News Cyber88, Baliho Bergambar Bupati dan Wakilnya Berpindah ke Kawasan Kantor Kecamatan

Disenggol Straight News Cyber88, Baliho Bergambar Bupati dan Wakilnya Berpindah ke Kawasan Kantor Kecamatan

CYBER88 | Bandung -- Setelah beredar straight news Cyber88 tentang baliho bergambarkan Bupati Bandung dan wakilnya berukuran 4 X 6 meter yang berdiri menantang di kawasan alun – alun Banjaran sudah raib.

Informasi yang didapat Cyber88, pihak bertanggung jawab yakni Dinas Parawisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung telah menurunkan baliho bertuliskan “Bangkit Pariwisata Indonesia” yang disertai Tagline Hiji Rasa Beda Sifat, Kabeh Dulur itu.

Saat awak media melintas di kawasan Kantor Kecamatan Banjaran, baliho itu kini di pasang di sana.

Baca Juga : Baliho Bergambar Bupati Bandung dan Wakilnya yang Bertengger di Alun-Alun Banjaran Disoal Warga

Seorang bapak yang dalam berita sebelumnya mengkritisi pemasangan baliho yang dia nilai tak sesuai dengan aturan, mengapresiasi tindakan sigap pihak - pihak terkait walaupun konon katanya hal itu dilakukan lantaran mendapat teguran dari orang nomor satu di Kabupaten Bandung.

“Jika aparat melakukan pembiaran dan tidak mengambil tindakan tegas maka akan menimbulkan preseden buruk dan tentunya akan diikuti oleh pihak pihak lainya, “Ujar dia, saat dikabarkan oleh Cyber88 baliho itu sudah pindah melalui WhatsApp, Rabu (15/12/2021).

Ia pun mengatakan, kalau pemasangan baliho tak sesuai dengan ketentuan dan dipasang semaunya, itu akan berpengaruh pada isi yang disampaikan salam baliho itu yakni Bangkit Pariwisata Indonesia khususnya di Kabupaten Bandung.

Sebenarnya bukan baliho itu saja yang saya lihat di wilayah kabupaten Bandung. Kami berharap pihak penegak perda dapat menertibkan reklame – reklame yang terpasang dengan mengenyampingkan etika dan estetika, “Katanya. 

Adanya hal tersebut apakan bisa dikatakan “Pembiaran”? 

Itu bukan hal yang tidak diketahui oleh Cyber88. Sebab, hampir di banyak peristiwa Cyber88 menemukan awal persoalan yang bersumber dari pembiaran hingga kemudian terjadi penumpukan persoalan di masyarakat yang dikenal dengan istilah akumulasi persoalan. (dz)

Komentar Via Facebook :