Tak Mau Laporan Fiktif Diungkap oleh Salah Satu Guru, Oknum Kepala SMPN 1 Marah dan Ngamuk
CYBER88 | Aceh Utara -- Muhazir, seorang guru yang mengajar di SMPN 1 Seunuddon kena damprat Oknum Kepala Sekolah lantaran membeberkan laporan fiktif penggunaan anggaran di grup whatsapp SMPN 1 Seunuddon.
Pada Media, guru tersebut mengaku, melakukan hal itu karena menginginkan adanya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran di Sekolah terutama dana BOS. Pasalnya, menurut dia, Institusi pendidikan bisa menjalankan pendidikan dengan baik jika kondisi keuangannya stabil. Maka dari itu, perlu diterapkan manajemen keuangan sekolah yang tepat supaya anggaran bisa terserap dengan efektif.
Secara garis besar, lanjut dia, manajemen keuangan sekolah adalah kegiatan pengelolaan keuangan sekolah. Kegiatan tersebut meliputi: perencanaan anggaran, pengorganisasian, pembukuan, pelaksanaan atau pembelanjaan, pengawasan dan terakhir pertanggungjawaban.
Ia menceritakan, Usai dirinya membeberkan laporan fiktif ke grup whatsapp sontak Kepala Sekolah langsung memerintahkan dirinya untuk menghapus isi pesan yang telah di kirim ke grup SMPN 1 Seunuddon. Malamnya dia pun disuruh menghadap dan bertemu kepala sekolah di suatu warung kopi di Alue Ie Puteh Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

"Di awal pembicaraan ujar dia, Oknum Kepala Sekolah tersebut mempertanyakan kenapa membeberkan laporan tersebut ke grup dan tanpa sepengetahuannya.
Kata dia, hal itu dilakukan untuk melihat respon dan tanggapan guru guru yang lain tentang beredarnya laporan fiktif yang tidak sesuai dengan pembangunan yang terjadi di lapangan sehingga memicu kemarahan beberapa guru.
Dalam Chatnya guru itu membeberkan keuangan tahap satu 2021 sejumlah Rp.113.100.000. Tahap satu 2020 sejumlah Rp.109.890.000. tahap dua 2020 sejumlah 146.520.000 tahap tiga 2020 sejumlah 107.250.000 dengan jumlah total dari 2020-2021. Rp.476.760.000 atau hampir setengah milyar.
"Belum lagi tahun 2018 dan 2019 selama oknum tersebut menjabat sebagai kepala sekolah pastinya hampir 3 milyar dana BOS selama 4 tahun.
Hal itu menimbulkan pertanyaan, apa yang sudah di bangun SMPN 1 Seunuddon dengan belanja yg sangat besar? Jawabannya adalah nol besar.
Di saat dirinya menanyakan perihal gajinya dari bulan 7 sampai bulan 10 apakah ada di masukkan ke anggaran dana BOS, oknum kepala sekolah terdiam dan tidak bisa menjawab, bahkan hanya bisa marah marah dan mengamuk.
Karena sudah tidak tahan dengan sikap arogan, marah marah dan tertutup pada penggunaan dana BOS merasa sudah tak nyaman, dirinya menyatakan mengundurkan diri dan keluar dari SMPN 1 Seunuddon.
Saat dihubungi, Cyber88.co.id, Kamis (30/12) Kepala sekolah SMPN 1 Seunuddon tak mengangkat dan sepertinya bungkam. Hingga berita ini di turunkan belum ada konfirmasi dari kepala sekolah.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara Jamaluddin saat dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp melaporkan kejadian tersebut belum ada tanggapan. (M4her)


Komentar Via Facebook :