Samisade Desa Cibedug Disoal Warga, Diduga Tidak Tepat Sasaran

Samisade Desa Cibedug Disoal Warga, Diduga Tidak Tepat Sasaran

CYBER88 | Bogor -- Program satu milyar satu desa (Samisade) yang digadang-gadangkan jadi program unggulan Bupati Bogor menyisakan sejumlah persoalan yang mendapat sorotan beberapa pihak.

Tak hanya adanya dugaan pekerjaan dilaksanakan tak sesuai spek sehingga baru beberapa saat selesai sudah pada retak, ada juga titik sasaran yang dinilai masyarakat kurang tepat.

Baca Juga: Warga Kecewa, Program Samisade di Desa Tugujaya Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Seperti yang disoal sejumlah masyarakat terkait titik pembangunan di Desa Cibedug Kecamatan Ciawi, yang mencakup dua Kampung yakni Citerong RW 04 dan Ciaul RW 06 RT 04 dengan volume 1550m x 3m x 015 m.

Diketahui kegiatan tersebut menelan anggaran Rp. 958.078.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor TA 2021. 

Kata sejumlah warga yakni Munir Herman, Ape, Ruslianto, Batok, ariansyah (kampeng), mengapa titik sasaran tidak tepat? Menurut mereka jalan yang dibangun itu jarang dipergunakan lantaran di wilayah sana tak ada pemukiman.

“Bahkan tanahpun banyak tanah tidur karna tanah diatas bukan dimiliki warga Desa Cibedug, melainkan punya orang luar kota,“ kata Mereka pada Cyber88.co.id, Senin (10/1/2022).

Deni setiawan, Kades Cibedug ketika dikonfirmasi membantah keras pernyataan sejumlah warga. Menurutnya Program samisade di Desa Cibedug sudah sesuai, juklak juknis. Karena, sudah sesuai dengan perencanaan dan sebelum dibangun ada tim Verivikasi dari Kecamatan, dari Unit Plaksana Teknik, (UPT) melibatkankan banyak unsur pemerintahan, juga selalu dimonitoring. 

“Kalau dibilang tidak tepat sasaran, dimananya, karna pengajuan pembangunan samisade adalah jalan Citerong, Ciaul, “Kata dia.

Jalan yang dibangun sesuai dengan program Bupati Bogor, karena tujuan Samisade membangun, akses yang banyak nilai manfaat untuk masyarakat, agar memudahkan, mobilisasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Salah satu contoh masyarakat yang asalnya bawa hasil kebun dipikul setelah jalan bagus, kan bisa pake mobil atau motor, “Ucapnya. 

Kades pun menandaskan, “Saya akan inget pesan bupati Hj. Ade Yasin meminta, agar realisasi program Samisade tersebut direncanakan dengan baik, tepat sasaran, berhasil, berguna dan bermanfaat bagi masyarakat dengan pengelolaan keuangan yang profesional dan transparan."

Komentar Via Facebook :