SEV Indonesia Exist di Berbagai Kejuaraan Off Road Tingkat Nasional
Ayanx Ramon bersama Rekan-Rekan SEV Indonesia di Berbagai Kejuaraan Off Road Tingkat Nasional
CYBER88 | Lombok -- Pembalap Off-road dari SEV indonesia dari Chapter Tasikmalaya tampil juara V Nasional pada kejuaraan nasional Adventur Offroad Seri 2-2022 Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Kelas G1 Individual&Team Non Winch yang digelar disirkut Mandalika, Sabtu-Minggu, (14-15/5/2022)
Pembalap SEV Indonesia Chapter Tasikmalaya Ayanx Rhamone didampingi navigator Nunuy,
harus puas menjadi juara V G1 dan memperbaiki posisi satu tingkat, setelah pada seri 1 di Sumsel menempati urutan VI.
Ayanx Rhamon mengatakan "Bahwa dirinya cukup puas dengan hasil ini, karena masih bisa memperbaiki posisi ke level lebih atas dan saya ucapkan terimakasih kepada semua rekan rekan SEV Indonesia yang telah mendukung dengan Doa sehingga saya dapat menyelesaikan kejuaraan ini sampai beres", Ujar Ayanx.
.jpg)
Sementara pembalap Tasikmalaya lainya Dani Restian didampingi navigator Ivan TB berhasil menjadi 1 kategori G2. Dengan menjuarai G2, Dani Ristian juga, bisa dikatakan memenuhi ambisinya, karena pada seri 1 di Sumsel sebagai runer-up di bawah Asep Mulyadi Bandung, yang pada seri 2 di NTB, absen. Diajuga bertarung melawan sesama Offroader Jabar, seperti Hendrik Somantri 365HRX Subang yang akhirnya Hendrik harus puas menjadi juara III Group G2.
Pada group lainnya, Firman Mbew Fauzi dari BRD Accelera Tasikmalaya yang turun pada katagori G3 (2501-4000CC), tak berhasil memenuhi ambisinya dan tetap menjadi runer-up, seperti halnya ketika berlaga pada seri 1 di Sumsel.
Kendati dia gagal merebut podium pertama, namun pembalap Raihan Nouval 365 HRX Depok berhasil menjadi juara IV G3, sekaligus memperbaiki posisi, dari urutan 23 pada seri pertama.
Pembalap off-road lainnya dari Jawa Barat, Agan Fauzi Junjunan 365HRX Bandung, pada kejurnas di Lombok Tengah, harus puas menjadi juara IV-G1(1000CC), padahal ketika seri 1 di Sumsel, Agan juara I. Kegagalan dirinya, seri 2 ke Jurnas di Mandalika, disebabkan karena factor teknis,”ujar Agan Fauzi.
.jpg)
Dikatakannya, saat diriya tanding di SS satu sampai SS empat, Sabtu (14/5),kurang maksimal, hal itu akibat dari injector yang mengalami kendali.
"Tapi tanding pada SS terakhir Minggu,15/5 tak ada kendala dan bisa menempatkan diposisi ketiga, tetapi secara akumulasi point saya harus menjadi juara empat dengan total 438 point,” tuturnya. (BAH GATAN).


Komentar Via Facebook :