Penantian Panjang Umat Katolik di Pulau Senang, Segera Miliki Bangunan Gereja yang Layak
Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik Maria Consolata Temiang Pesisir, kab. Lingga (ist)
CYBER88 | Lingga - Umat Katolik yang berada di Pulau Senang, Desa Temiang, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau kini dapat bersukacita.
Pasalnya dalam waktu dekat, kegiatan pembangunan gereja baru akan segera dilakukan di lokasi tersebut.

Kondisi gereja saat ini juga dinilai cukup memprihatinkan. Hal itu dikarenakan bangunan Gereja itu kini sudah banyak mengalami kerusakan. Seperti dinding papan yang keropos dan atap yang bocor.
Dalam pembangunan gereja yang nanti akan diberi nama Gereja Maria Consolata itu, sejumlah donatur asal Jakarta turut hadir meninjau lokasi Gereja yang akan dibangun di Pulau Senang.
Pekerjaan pembangunan gereja di tandai dengan peletakan batu pertama yang disaksikan oleh umat Katolik dan tokoh masyarakat serta donatur dan para pastor di lokasi tersebut.
Usai melakukan prosesi ibadah groundbreaking, Pastor Paroki St. Carolus Borromeus Ujung Beting, Kabupaten Lingga, Yohanes Maria mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada para Donatur yang telah meletakkan perhatian atas kondisi gereja di Pulau Senang.
"Hari ini merupakan peristiwa yang bahagia bagi umat Pulau Senang. Karena baru saja berlangsung kegiatan peletakan batu pertama. Kami ucapkan terimakasih atas perhatian dari donatur" pungkasnya, Minggu (15/5/2022).
Romo Yohanes mengungkapkan, selama ini umat Katolik di Pulau Senang telah cukup lama melaksanakan ibadah dengan kondisi Gereja yang memprihatinkan.
Rencananya, usai peletakan batu pertama tersebut. Pelaksanaan pembangunan gereja akan segera dilakukan. Agar kegiatan ibadah di Pulau tersebut dapat berlangsung dengan baik.
"Rencananya pertengahan Mei ini sudah mulai dibangun. Mudah - mudahan akhir tahun nanti dapat selesai, dan umat bisa beribadah di bangunan Gereja baru" ucapnya
Disamping itu, pengurus gereja, Yuliana turut berkomentar terkait pembangunan Gereja di wilayahnya.
''Terus terang kami senang dan terharu.
Kami selalu berdoa dan merindukan bangunan Gereja yang layak" ujarnya.
Yuliana mengakui, selama ini belum ada perhatian yang diberikan dari sejumlah pihak atas kondisi yang mereka alami. Namun hal ini dijawab melalui tanggapan dari pada donatur.
"Selama ini gereja kurang layak. Dan pembangunan Gereja yang sekarang berasal dari swadaya masyarakat dan tidak dibantu dari siapapun" sebutnya.


Komentar Via Facebook :