Pelaksanaan Pekerjaan Brojong di Desa Singawada Dinilai Kurang Transparan, Ini Penjelasan Pemdes
CYBER88 | Majalengka -- Pekerjaan proyek Bronjong di bantaran Sungai Cinangka yang berada di Desa Singawada, Kecamatan Rajagaluh menjadi perbincangan warga. Pasalnya, pekerjaan tersebut dinilai kurang transparan.
Menurut warga sekitar, di lokasi pekerjaan yang sudah berjalan beberapa hari ke belakang, tak hanya tidak dipasang papan informasi proyek, para pekerja pun dari luar daerah itu.
Menurutnya, suatu kewajaran apabila masyarakat ingin mengetahui berapa besaran anggaran yang digunakan supaya dapat turut serta mengawasi kegiatan pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah.
"Tapi mengapa tidak terpasang papan informasi? padahal perkejan Brojong di saluran Sungai Cinangka itu sudah dilaksanakan beberapa hari kebelakang. Apalagi dari pihak pekerjaannya bukan warga setempat, itu dari luar desa Singawada," Cetus Warga pada Cyber88.comid pada hari Sabtu (27/8/2022).
Ditemui di Kantornya, Kepala Desa Singawada tak ada di tempat. Sementara, Menurut Ahmad Sapari, Sekretaris Desa (Sekdes) terkait papan informasi pada pekerjaan pemasangan Brojong di sungai Cinangka memang betul itu tidak ada karena disatu paketkan dengan papan informasi kegiatan untuk sarana kolam ikan.
"Adapun anggaran pekerjaan itu dari dana desa tahap kedua tahun ini yakni sebesar Rp.174 juta, untuk pelaksanaan kolam ikan plus Brojong," Jelas dia.
"Itupun juga kami membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang diketuai oleh ibu Jumaroh," Imbuh Ahmad.
Lanjut Ahmad, kalau jumlah metrialnya dan ukuran dirinya mengaku lupa. Namun pekerjaan itu dilaksanakan secara swakelola.
"Jadi, tidak benar bahwa pekerjanya dari luar desa Singawada karena semuanya sudah disesuaikan dengan percanan dari hasil Musdes, bahkan BPD nya juga suka hadir," Sebutnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa dalam percananya, sarana kolam tersebut untuk penggemukan ikan dan untuk kedepannya akan Bekerjasama dengan BUMDesa supaya bisa berkembang antara kelompok ikan dan yang jelas desa hanya memberikan sarana saja.
"Adapun perkembangan untuk kedepannya silahkan saja dikelola oleh kelompok ikan," Tukas Ahmad Sapari, ( Tatang)


Komentar Via Facebook :