Dorong Desa Tematik, Tokoh Nasional dan Daerah Kumpul di Ponggok Bahas Akselerasi Kesejahteraan
CYBER88 | KLATEN – Balai Desa Ponggok menjadi saksi bisu berkumpulnya para pemangku kepentingan, legislator, dan penggerak desa dalam acara Sarasehan Percepatan Menuju Desa Tematik, Sabtu (2/5/2026). Forum ini ditegaskan sebagai momentum krusial bagi para pemerhati desa untuk memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berbasis pada potensi lokal.
Sinergi Legislatif untuk Kemandirian Desa
Hadir sebagai pembicara utama, M. Hatta, anggota DPR RI dari Komisi VII Fraksi PAN, menekankan bahwa desa tematik bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Menurutnya, komitmen pusat dalam mendukung inovasi di tingkat desa harus disambut dengan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di daerah.
"Desa tematik adalah kunci bagi kesejahteraan yang berkelanjutan. Kami di Komisi VII terus mendorong kebijakan yang mendukung riset dan inovasi teknologi tepat guna agar desa-desa kita mampu mengolah potensinya sendiri," ujar M. Hatta di hadapan para peserta sarasehan.
Sejalan dengan hal tersebut, Bp. Hartono (yang akrab disapa Pak Dandut), Anggota DPRD Kabupaten dari Fraksi PAN Komisi I, menyoroti pentingnya regulasi yang berpihak pada aparatur desa. Ia menyatakan bahwa tata kelola pemerintahan desa yang baik adalah fondasi utama sebelum sebuah desa melangkah menjadi desa tematik yang sukses.
Suara dari Akar Rumput: APDESI dan PPDI
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), H. Junaidi M., SH, memberikan pandangan strategis mengenai tantangan di lapangan. Ia mengingatkan bahwa transformasi menuju desa tematik memerlukan keberanian kepala desa untuk bereksperimen namun tetap dalam koridor hukum yang jelas.
"Momentum hari ini adalah saat yang tepat bagi kita semua untuk berpartisipasi. Desa tematik bukan hanya soal keindahan fisik, tapi soal bagaimana setiap jengkal tanah desa memberikan nilai tambah bagi warganya," tegas H. Junaidi.
Di sisi lain, Sri Mulyo, Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), menitikberatkan pada peran perangkat desa sebagai ujung tombak eksekusi kebijakan. Ia menekankan bahwa tanpa kesejahteraan dan peningkatan kapasitas perangkat desa, visi desa tematik akan sulit terwujud secara maksimal.
Diskusi Interaktif Menuju Solusi
Acara yang dipandu oleh Agungzul selaku moderator ini berlangsung dinamis. Peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pemerhati desa diajak untuk membedah hambatan birokrasi dan teknis yang selama ini menghambat akselerasi desa tematik.
Agungzul berhasil menghidupkan suasana dengan menarik benang merah dari setiap pernyataan narasumber, memastikan bahwa dialog tidak hanya berhenti pada teori, tetapi menghasilkan poin-poin aksi yang bisa segera diterapkan.
Pemilihan Balai Desa Ponggok sebagai lokasi acara bukanlah tanpa alasan. Ponggok dianggap sebagai prototipe sukses desa yang mampu mengelola asetnya secara tematik melalui sektor pariwisata air. Diharapkan, melalui sarasehan ini, desa-desa lain dapat mereplikasi semangat inovasi tersebut dengan menyesuaikan karakteristik unik wilayah masing-masing, baik itu di sektor pertanian, industri kreatif, maupun digital.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat jejaring komunikasi antar-desa dan lembaga legislatif. Dengan sinergi yang kuat antara DPR RI, DPRD, APDESI, dan PPDI, visi menuju desa tematik yang sejahtera bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang kini berada dalam jangkauan.


Komentar Via Facebook :