PJOK Kota Cilegon, Bangkitkan Kembali Olahraga Tradisional Di Kota Cilegon 

PJOK Kota Cilegon, Bangkitkan Kembali Olahraga Tradisional Di Kota Cilegon 

CYBER88 | Cilegon– 50 guru olahraga (PJOK) se- Kota Cilegon berkumpul di Aula SMP Islam Terpadu Raudhatul Janah, Link Ciberko, kec Cibeber, Kota Cilegon. Guna mengikuti pelatihan literasi fisik olahraga tradisional. Rabu (21/9/2022).

Pelatihan literasi fisik olahraga tradisional dan terapi latihan kepada guru PJOK di kota Cilegon ini merupakan program dari Menpora bekerjasama dengan UNJ dan Untirta
yang tujuannya itu agar olahraga tradisional di munculkan kembali.

"Banyaknya olahraga yang saat ini berkembang membuat olahraga tradisional hampir tertinggal jauh bahkan terlupakan. Kebetulan kami sedang ada kerjasama dengan pihak UNJ yang dan Untirta dalam pelatihan ini," tutur Dadan Sarmada.S.pd. sebagai Ketua Igornas Kota Cilegon

Pembelajaran ini khusus guru PJOK yang ada di kota Cilegon agar semakin meningkat dalam pembelajarannya wawasannya dan yang lainnya.

"Alhamdulillah acara pelatihan ini bisa terselenggara dengan baik, mudah-mudahan diberikan kelancaran dan kemudahan, ini adalah tahap 1 kami dengan pihak UNJ dan Untirta mudah-mudahan nanti kedepannya bisa lebih baik dan pesertanya mungkin lebih dari 50 peserta." 

"Kami juga sudah berkerja sama dengan Forki  rencananya akan ada Kejuaraan tingkat kota Cilegon, yang akan diadakan nanti di Anyer bekerja sama dengan Dispora, KONI Kota Cilegon dan Igornas, ada 4 cabang olah raga tradisional yang akan dilombakan yaitu katapel, bakiak, egrang, Hadang ," ucapnya penuh semangat. 

Di tempat yang sama,  Masnur Ali sebagai ketua pelaksana dari UNJ menjabarkan, Di UNj ada yang di namakan Program pengabdian masyarakat yang di dalamnya adalah bagaimana  mengimplementasi ilmu yang ada di FIK dan di manfaatkan oleh seluruh masyarakat.

"Pada kesempatan hari ini kita akan mencoba memberikan paradigma terkait dengan literasi fisik itu seperti apa?, Bagaimana tahapan-tahapan untuk mempelajari suatu pola gerak kemudian tahapan-tahapan perkembangan motorik belajar anak, sampai bagaimana dia bisa menjadi atlet yang berbakat kalau memang menjadi seseorang yang sudah aktif dalam berolahraga itu yang pertama." Paparnya.

Terkadang olahraga tradisional kita juga paham bagaimana melestarikan kepada anak-anak kita olahraga tradisional karena kita tahu semakin lama kagak tergerus dengan kemajuan teknologi.

"Jadi perlu kita rangkai kembali bagaimana olahraga tradisional itu masuk dan bisa di terapkan kepada guru-guru olahraga dan bisa diimplementasikan kepada seluruh siswa-siswi di Kota Cilegon kemudian  terkait dengan perawatan cedera juga mungkin banyak di lapangan, misalnya terjadi cedera seperti apa? harus bagaimana? Harus Seperti apa?.

"Jadi memang ini adalah suatu sistematis yang kita rasa kita sudah observasi dibutuhkan di dalam lapangan di dalam sekolah di dalam lingkungan dunia pendidikan, harapannya nanti bisa menjadi ilmu baru bagi para guru dan bisa Dia terapkan kedepannya," tutup Masnur.

Komentar Via Facebook :