Open Defecation Free di Kelurahan Gerem, Lengkapi Komitmen Bersama Menuju 100% Cilegon Kota Sehat
launching kegiatan Open Defecation free, Pembuatan Jamban Bersih di Kampung Batulawang, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, pada Sabtu (17/9/2022).doc (APPT)
CYBER88 | Cilegon – Mendukung program Pemerintah Kota Cilegon dalam menuju "Kota Sehat", Kelurahan Gerem menggencarkan program Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) dengan melibatkan perusahaan-perusahaan di lingkup Kecamatan Grogol, khususnya Kelurahan Gerem untuk mengefektifkan program tersebut, Sabtu (17/9/2022).
Menggandeng perusahaan besar seperti Pertamina, Standard Toyo Polymer (Statomer), Lotte Chemical Indonesia, Lotte Chemical Titan Nusantara, dan Kine Project, acara Launching Pembuatan Jamban Sehat sebagai Komitmen Bersama menuju 100% untuk "Stop Buang Air Besar sembarangan" akan berjalan secara efektif.
Kampung Batulawang menjadi lokasi terakhir pada program Cilegon menuju Kota Sehat di Kelurahan Gerem dari total 43 kelurahan se-Kota Cilegon. Bantuan berupa 250 bio septiktank dan closet diberikan khusus untuk wilayah Kelurahan Gerem.
Bersamaan dengan program tersebut, Palang Merah Indonesia yang melangsungkan ulang tahunnya yang ke-77 sekaligus HUT PMI Kota Cilegon yang ke-22 memberikan bantuan berupa saluran dan penampungan air bersih di lokasi yang sama. Karena kurangnya pasokan air bersih menjadi faktor utama penyebab minimnya kesadaran masyarakat untuk buang air besar pada tempat yang semestinya.
Wakil Ketua PMI Kota Cilegon, Encep Nurdin mengatakan, "PMI sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial, mendorong program Pemerintah Kota Cilegon, khususnya Dinas Kesehatan, sebagai mediator demi kepentingan masyarakat."
Menurut warga, buang air besar di kebun sudah menjadi kebiasaan. Hal ini didasari faktor ketersediaan sanitasi air yang kurang memadai, khususnya di musim kemarau. Meskipun sebelumnya sudah ada bantuan pengeboran mata air oleh perusahaan sekitar, namun kondisi geografis kampung tersebut yang berada di dataran tinggi memang kurang memadai. Maka dengan adanya program ini, diharap menjadi titik terang dengan ditemukannya titik mata air yang dinilai lebih baik.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari menyebut, ketersediaan air bersih juga dibutuhkan dalam percepatan penangan Stunting. Karena buang air besar yang sembarangan dapat mempermudah penularan bakteri yang pada akhirnya berdampak pada tumbuh kembang anak.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan PMI yang telah mendorong kegiatan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat di ulang tahunnya yang ke-77, Lurah Gerem, Rahmadi Ramidin mengungkapkan rasa terima kasihnya telah merangkul instansi-instansi lain demi percepatan program Pemerintah Cilegon.
Kegiatan yang dibuka langsung Walikota Cilegon pada apel Launching Deklarasi Open Defecation Free (ODF) ditutup dengan peletakan batu pertama di Kampung Pasir Salam, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten. (Mukti)


Komentar Via Facebook :