Danlanal Banten dan Walikota Cilegon Dikukuh kan Jadi Bapak Asuh Anak Stunting
CYBER88 | Cilegon – Bertepatan dengan HUT TNI AL ke-77, Lanal Banten menggandeng BKKBN Provinsi Banten untuk bekerja sama berkontribusi kepada masyarakat, khususnya Banten, pada acara "TNI Manunggal Bangga Kencana - Kesehatan Terpadu dan Sosialisasi Bapak Asuh Anak Stunting", Selasa (6/9).
Acara yang berlangsung di Mako Lanal Banten, Kota Cilegon, dihiasi dengan kegiatan sosialisasi dan pemasangan (acceptor) KB, stunting, sunat massal, donor darah, serta pemeriksaan dan pembersihan plak gigi.
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, Agus Setiawan hadir mewakili Gubernur Banten, didampingi Kadis DP3KAB Kota Cilegon, Agus Zulkarnain, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Dr Dadi Ahmad Roswandi, para tamu undangan.
Pada kesempatan ini Danlanal Banten, Letkol Laut (P) Dedi Komarudin dan Walikota Cilegon, Helldy Agustian, diresmikan sebagai Bapak Asuh Stunting pada gelaran acara tersebut oleh BKKBN Provinsi Banten.
Dalam wawancara dengan awak media Komandan Lanal Banten, mengatakan,
" Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT TNI Angkatan Laut yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, di seluruh pangkalan di KARI kemudian di pendirat -pendirat di seluruh Indonesia, kegiatannya berupa khitanan massal, donor darah kemudian pembersihan plak gigi serta pelayanan Keluarga Berencana, dan tadi sudah memecahkan rekor Muri."
"Dalam hal ini, Kami berkolaborasi dengan BKKBN, Walikota Cilegon dan juga Provinsi, Semoga apa yang kita laksanakan bisa memberikan umumnya untuk seluruh masyarakat Banten dan jasa untuk masyarakat yang berada di wilayah Lanal di wilayah Cilegon."
"Bapak asuh sendiri menurut saya adalah sebuah Konsekuensi tidak semata-mata di sematkan saja, tapi harus memberikan sesuatulah paling tidak dalam mengatasi stunting di wilayah Banten ini," ungkapnya.
Lanal Banten sendiri, kata Dedi sudah menyiapkan skema untuk membantu mengatasi stunting di Banten.
"Kami menyiapkan ada role model ketahanan pangan kami yang kami kombinasikan itu ada (kolam buatan) ada ikan patin dan ikan nila kemudian kebun anggrek, ya intinya kami sudah melaksanakan kerja sama dari beberapa pihak baik pemerintah maupun industri untuk membuka atau mendirikan di wilayah RT dan dikelola masyarakat setempat sehingga masyarakat bisa mengkonsumsi protein hewani maupun protein nabati," ujarnya.
Sementara Walikota Cilegon mengatakan, Stunting di Banten dinilai masih sangat tinggi mencapai 24,5 persen. Diperlukan kolaborasi dan kerja keras untuk menurunkan angka stunting tersebut.
"Dalam rangka menurunkan Stunting di kota Cilegon, Pemkot Cilegon akan terus berjuang,menurunkan angka stunting, dan dengan adanya 250 industri dan 131 PMA di Kota Cilegon 183 yang terdata Stunting ini bisa segera terbantu." Harapnya.
Pada program penanganan stunting, BKKBN bertugas sebagai antisipator, yakni mengantisipasi terjadinya stunting sejak pasca pernikahan.
Penyebab stunting menurut Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Dr Dadi Ahmad Roswandi
Banten dinilai memiliki banyak faktor.
"Di Banten itu kan termasuk 12 provinsi locus Indonesia. Stunting di Banten itu kan 24,5 artinya ini kan tinggi dibanding provinsi-provinsi lainnya," kata Plt Kepala BKKBN Provinsi Banten,
"Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting adalah sebuah gerakan bersama untuk menurunkan angka stunting di Provinsi Banten, yang melibatkan semua pihak untuk bersama-sama memberikan bantuan kepada anak stunting. Sasarannya ialah bayi usia 6 bulan sampai 2 tahun." Paparnya.
Jalur penyaluran bantuan dari Bapak Asuh melalui Pokja Kampung KB atau Tim Dashat, kemudian dikirim langsung ke keluarga sasaran.
"Gerakan ini meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam pencegahan stunting agar pertumbuhan dan perkembangan anak optimal yang dapat diikuti oleh individu maupun perusahaan."ucapnya.
Pencegahan stunting dengan gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal yang harus dilakukan, ialah selama kehamilan ibu harus mangkonsumsi makanya dengan gizi seimbang, ibu hamil melakukan pemeriksaan minimal 4 kali selama kehamilan, memberikan stimulasi pada janin dalam kandungan, ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sampai dengan usia 2 tahun, dan memperkenalkan makanan bergizi pada anak sesuai dengan usia.
"BKKBN juga membangun program "Genre" yang merupakan akronim dari "Generasi Berencana" yang ditujukan kepada para remaja dan calon pengantin muda. Usia ideal yang disarankan ialah 25 tahun bagi laki-laki dan 21 tahun bagi perempuan." Jelasnya.
Program tersebut difasilitasi dalam aplikasi yang dibuat sendiri oleh BKKBN dengan nama Elsimil, ialah aplikasi skrining dan pendampingan untuk calon pengantin (Catin). Setiap pasangan Catin akan mendaptakan pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berada di desa/kelurahan yang sama dengan wilayah domisili Catin.
Manfaat Aplikasi Esimil bagi Catin adalah untuk mengetahui sejak awal faktor risiko melahirkan anak stunting, sehingga dapat diminimalisir/dihilangkan. Di dalamnya kita akan mendapatkan edukasi, konsultasi, dan akses untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi melalui tim penamping.


Komentar Via Facebook :