Sosialisasi Kekerasan Pada Anak

Sosialisasi Kekerasan Pada Anak

CYBER88 | Cilegon – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak atas laporan yang diterima di Kota Cilegon di angka 29 kasus pada Bulan Agustus ini, membuat UPTD PPA Kota Cilegon harus turun tangan menyapa masyarakat.

Menurut Masita, S.K.M., M.Kes., Kepala UPTD PPA Kota Cilegon, di bulan-bulan sebelumnya, sebanyak 10 sampai 11 kasus diterima setiap bulannya, namun pada Agustus 2022 ini meningkat sekitar 3 kali lipat.  Sehingga, Ia harus terjun langsung untuk mensosialisasi betapa bahayanya kasus ini.

Ditemui dalam kegiatan sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Aula Kantor Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, pada Rabu (31/8) Masita menyampaikan tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak.

"Gerem menjadi target sosialisasi pada bulan ini. Pasalnya, dari 29 kasus yang diterima DP3AKB Kota Cilegon, terdapat 1 kasus dari Kelurahan Gerem. Angka ini memancing pertanyaan, apa benar hanya 1, atau yang berani melapor hanya 1 orang. semoga ini bener, Gerem hanya memiliki 1 kasus. Karena pada permasalahan ini, dalam beberapa kasus, pihak korban tidak berani melapor." Paparnya.

Kekerasan yang dimaksud tidak selalu berkaitan dengan kontak fisik, namun hal-hal yang menyinggung mental (psikis), penelantaran, dan perdagangan juga masuk dalam kategori kekerasan terhadap anak. Apalagi pelecehan seksual, banyak sekali pihak yang mengecam untuk tidak adanya negosiasi damai karena sangat merusak mental dan masa depan anak.

Masita menjelaskan, "korban anak dalam kasus pelecehan seksual, mayoritas terjerumus dalam prostitusi. Hal ini disebabkan karena anak tersebut merasa dirinya telah rusak, maka pendampingan dalam bentuk psikologis dan spiritual sangat dibutuhkan." Jelasnya

Umumnya kasus pelecehan seksual, menurut Masita, disebabkan pengaruh gadget atas tontonan video porno. Kemudian pada kasus KDRT, dapat dinilai sejak awal pernikahan seperti mengunci smartphone, berarti minimnya keterbukaan dan dapat memicu pertengkaran. Hal ini meski kecil, namun berdampak besar.

"Selain itu, pada kasus-kasus tertentu, korban Bullying juga dapat berakibat kehilangan nyawa. Tekanan mental yang diberikan juga dapat berakibat fatal." Ujarnya.

Windy Astuti Diadara ketua PKK mengatakan, Untuk mengurangi angka kekerasan pada anak, insyaallah kedepannya akan di programkan melalui tingkat RW agar sosialisasi ini betul - betul bisa sampai ke masyarakat.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk kita belajar dan menjadi wadah untuk kolaborasi dalam menciptakan dunia ramah." Tegasnya.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Liswati mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan dan pengembangan ketenaga kerjaan, pembinaan dan pengawasan kegiatan program pendidikan, generasi muda, peranan wanita, keluarga berencana dan pelayanan kesehatan, sangat mengapresiasi kegiatan ini.

" Kegiatan ini sangat penting, saya sangat mengapresiasi sekali apa yang telah di terangkan oleh narasumber tadi merupakan suatu motivasi agar kedepan tidak ada lagi yang namanya kekerasan terhadap wanita dan anak yang sangat memperihatinkan yang bisa menjadi trauma tersendiri bahkan kematian." Ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi ini harus sering diadakan mengingat pemahaman masyarakat yang kurang, sehingga banyak masyarakat yang takut untuk melaporkan dan bingung harus melapor kemana dan saya berharap kedepan akan terus terjalin sinergitas sehingga tidak terjadi kekerasan anak, perempuan dan seksual di kota Cilegon khususnya Gerem," Pungkasnya.

Komentar Via Facebook :