Tampil Beda di Perayaan Kemerdekaan, Lingkar Studi Surosowan Gandeng Dinas Perpustakaan Cilegon Gelar Seminar Kebantenan 

Tampil Beda di Perayaan Kemerdekaan, Lingkar Studi Surosowan Gandeng Dinas Perpustakaan Cilegon Gelar Seminar Kebantenan 

CYBER88 | Cilegon - Lingkar studi Surosowan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon menggelar acara Seminar Kebantenan sebagai momentum Hari Kemerdekaan, acara berlangsung di Aula Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Kamis( 25/8).

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Dr. H. Ismatulloh, S.Pd., M.Pd., sekaligus sebagai pemberi materi bersama Dosen Untirta, Haryadi S.T.,M.T..

Ismatulloh menyampaikan, "Apabila anda orang Banten tahu tentang Banten itu biasa, tetapi kalo anda bukan orang Banten tetapi tahu tentang Banten, itu luar biasa."
 
Menurutnya, acara Seminar Sejarah Kebantenan ini ternyata memberikan dampak kepada para peserta yang mayoritas mahasiswa untuk mengetahui sisi lain tentang banten.

"Pemateri sangat gamblang menjelaskan bagaimana Portugis sampai ke Indonesia diterangkan, itu menunjukkan kelengkapan seminar ini menjadi penting, sehingga kita ini jadi tahu Banten seperti apa peranannya," ungkapnya.

Harapannya, kedepan akan ada seminar-seminar lain seperti ini, dan nantinya akan ada kajian-kajian berikutnya yang menarik untuk para mahasiswa ataupun masyarakat lain.

"Kaji Kebantenan secara utuh semoga itu menjadi bahan masukan untuk lebih menambah wawasan." Pesannya.

Sementara, Nur Arief Rachman, ketua umum Surosowan sebagai golongan akademisi ingin perayaan kemerdekaan ini tidak seperti perayaan masyarakat pada umumnya.

"Kami ingin berbeda, kami merayakannya dengan mengadakan kajiaan- kajian atau seminar yang harapannya setelah kita belajar bersama melahirkan pertahanan diri dari serangan yang mengganggu eksistensi mahasiswa itu sendiri. Kalau literasi kan kental dengan resistensi kajian," tuturnya.

Target pesertanya ialah mahasiswa, dengan mengangkat tema "Peran Kesultanan dan Masyarakat Banten sebagai Embrio Kemerdekaan Republik Indonesia." Acara diikuti oleh 45 peserta dari berbagai kalangan.

"Harapannya setelah kegiatan ini, banyak mahasiswa ataupun masyarakat yang ikut melingkar di Lingkar Studi Surosowan ini yang ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang sejarah Kebantenan," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :