Bangun Madrasah Berkarakter, MAN 2 Kota Cilegon Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta
CYBER88 | CILEGON – Komitmen membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter terus diperkuat MAN 2 Kota Cilegon. Hal itu diwujudkan melalui Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Kelompok Kerja Madrasah (KKM) yang digelar selama dua hari, 6–7 Agustus 2026, di Aula MAN 2 Kota Cilegon.
Mengusung tema "Menghadirkan Cinta dalam Pembelajaran, Membangun Madrasah dengan Prestasi," kegiatan ini diikuti 72 peserta yang terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan dari sekitar 10 Madrasah Aliyah anggota KKM MAN 2 Kota Cilegon.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, H.Mu'izudin, M.Pd menjelaskan bahwa workshop bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Selain memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep KBC, kegiatan ini juga diarahkan untuk menghasilkan rencana tindak lanjut berupa perangkat pembelajaran yang siap diterapkan di setiap madrasah.
"Kami berharap kegiatan ini mampu membangun sinergi antar madrasah sekaligus menghasilkan langkah nyata dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sehingga pembelajaran menjadi lebih humanis, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik," ungkapnya.
Workshop menghadirkan narasumber dari Pusdiklat Kementerian Agama Jakarta, pengawas pembina madrasah, serta praktisi pendidikan dari Lembaga Bimbel GO yang membekali peserta dengan materi implementasi kebijakan, strategi pembelajaran efektif, penguatan literasi, hingga praktik penyusunan perangkat ajar berbasis KBC.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, Dr. H. Amin Hidayat, M.Ag, yang membuka kegiatan secara resmi mengapresiasi inisiatif MAN 2 Kota Cilegon beserta dukungan penuh Komite Madrasah dalam menyelenggarakan workshop tersebut.
Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan penguatan paradigma pendidikan yang digagas Kementerian Agama agar proses belajar mengajar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT, guru, sesama, bangsa, dan negara.
"Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga mendidik dengan hati. Ketika guru mengajar dengan cinta, akan lahir generasi yang berakhlak, berkarakter, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri, keluarga, bangsa, dan agamanya," ujar Amin.
Ia menegaskan, Kurikulum Berbasis Cinta bukan menggantikan kurikulum yang sudah ada, melainkan menjadi penguatan nilai dalam proses pembelajaran agar pendidikan madrasah mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Cilegon, Mamad, S.Ag., M.Ag, mengatakan workshop dirancang tidak berhenti pada penyampaian teori. Para peserta akan langsung menyusun perangkat ajar dan mempraktikkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran.
"Setelah memahami konsepnya, guru langsung membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan mempraktikkannya. Harapannya, setelah workshop selesai, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta benar-benar dapat diterapkan di kelas, bukan hanya menjadi konsep," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa workshop melibatkan seluruh madrasah anggota KKM MAN 2 Kota Cilegon sebagai bentuk kolaborasi untuk menyamakan pemahaman dalam menerapkan kebijakan baru Kementerian Agama.
Di sisi lain Rachmat AS , mewakili Ketua Komite MAN 2 Kota Cilegon, Drs. Khatib Ali Hasan menegaskan bahwa komite akan terus mendukung setiap program peningkatan mutu pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi guru.
"Komite memandang kegiatan ini sebagai investasi pendidikan. Ketika guru terus meningkatkan kapasitasnya, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh peserta didik. Karena itu kami berkomitmen memberikan dukungan agar kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana," katanya.
Melalui workshop ini, MAN 2 Kota Cilegon berharap lahir tenaga pendidik yang tidak hanya profesional dalam menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang penuh keteladanan, kasih sayang, dan nilai-nilai karakter, sehingga madrasah mampu mencetak generasi yang cerdas, berprestasi, sekaligus berakhlak mulia.


Komentar Via Facebook :