Drg. Rully Kusumawardhany, MM: Anak adalah Investasi Berharga bagi Keluarga dan Bangsa
CYBER88 | CILEGON – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memenuhi hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Hal tersebut disampaikan Drg. Rully Kusumawardhany, MM, yang menegaskan bahwa anak merupakan investasi berharga, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi masa depan bangsa.
"Anak adalah investasi berharga tidak hanya untuk keluarganya, namun juga untuk bangsanya. Karena itu, seluruh pihak yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan tumbuh kembang anak harus ikut bertanggung jawab," ujarnya.
Menurutnya, setiap anak adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga sejak awal kehidupannya. Proses tumbuh kembang anak, mulai dari dalam kandungan, masa bayi, anak-anak hingga dewasa, merupakan mata rantai yang saling berkaitan, baik dari aspek kesehatan fisik, mental, maupun kecerdasan. Oleh karena itu, pembentukan generasi unggul bahkan dimulai sejak seorang remaja putri memasuki masa reproduksi, sehingga kesehatan fisik dan mental calon ibu perlu dipersiapkan dengan baik demi melahirkan generasi penerus yang berkualitas.
Drg. Rully Kusumawardhany menekankan bahwa anak harus tumbuh di lingkungan yang sehat, harmonis, dan penuh kasih sayang. Selain memperoleh pendidikan formal, anak juga perlu dibekali ilmu agama yang mengajarkan akhlak dan adab, serta ilmu pengetahuan yang mampu memperluas wawasan, menumbuhkan inovasi, dan membentuk karakter yang santun, humanis, serta bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pemenuhan hak anak juga harus diwujudkan melalui pemberian gizi yang cukup, imunisasi lengkap, keamanan pangan, serta perlindungan dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.
"Anak juga harus dilindungi dari segala penyimpangan fisik dan moral yang dapat merusak masa depannya, termasuk dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya. Pengawasan terhadap tontonan di ponsel, televisi, maupun media digital harus diperketat. Selain itu, anak harus dijauhkan dari pengaruh kelompok-kelompok yang menyimpang seperti LGBTQ," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar anak terhindar dari eksploitasi ekonomi. Menurutnya, aturan mengenai anak yang dipekerjakan untuk kepentingan komersial maupun di berbagai sektor usaha harus diperketat agar hak-hak anak tetap terlindungi. Anak harus merasa aman dan nyaman, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Momentum Hari Anak Nasional, lanjutnya, hendaknya menjadi ajang introspeksi bagi seluruh pihak, mulai dari keluarga, pendidik, pemerintah, hingga masyarakat, untuk mengevaluasi sejauh mana upaya yang telah dilakukan dalam memenuhi hak dan melindungi anak. Negara bersama pemerintah daerah juga diharapkan terus menghadirkan kebijakan dan fasilitas terbaik bagi anak-anak Indonesia.
Mengusung tema Hari Anak Nasional 2026 "Sayang Anak, Lindungi & Bangun Masa Depan", Drg. Rully Kusumawardhany mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mewujudkan generasi yang sehat, bahagia, berakhlak, dan beradab sebagai fondasi Indonesia yang maju.
"Anak sehat, bahagia, berakhlak, dan beradab adalah modal utama dalam membangun Indonesia yang maju. Menyayangi dan melindungi anak hari ini berarti menjaga masa depan bangsa," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :