Cek Demplot di Delanggu dan Bayat, Basuki Effendi: Golkar Serbu Desa Per Desa 1 Hektare Tancap Gas!
CYBER88 | KLATEN — Ketua DPD Partai Golkar Klaten, Basuki Effendi, terus tancap gas mengawal program andalan Golkar Serbu Desa Per Desa 1 Hektare. Hari ini, Rabu (30/09), Basuki melakukan pengecekan langsung dua lokasi demplot sekaligus, yakni di Desa Butuhan, Kecamatan Delanggu dan di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Di Desa Butuhan, Kecamatan Delanggu, demplot seluas 5,5 hektare disiapkan sebagai pilot project percontohan utama program tersebut. Demplot ini dikelola oleh Pak Slamet, Pengurus Partai Golkar Kecamatan Delanggu bersama Alvian, Pimpinan Desa Partai Golkar Desa Butuhan. Di lahan ini akan ditanam Padi 32 Super Kuning yang produktivitasnya sudah terbukti tinggi.
Sementara di Kecamatan Bayat, program andalan juga berjalan melalui budidaya selada hidroponik. Program tersebut dijalankan oleh Nandar Samekto sebagai Pengurus Pimpinan Partai Golkar Kecamatan Bayat. Program utama menanam selada hidroponik tersebut sudah beberapa kali panen, dengan estimasi panen per minggu menghasilkan selada 100 kg atau 1 kwintal. Saat ini harga selada cukup tinggi di pasaran.
"Hari ini kita cek dua lokasi sekaligus, di Butuhan Delanggu 5,5 hektare bersama Pak Slamet dan Alvian untuk padi, dan di Bayat bersama Pak Nandar Samekto untuk selada hidroponik yang sudah panen 100 kg per minggu. Ini bukti nyata program Partai Golkar DPD Klaten bukan wacana," ujar Basuki Effendi di sela-sela tinjauan.
Menurut Basuki, dua model ini menjadi contoh konkret pelaksanaan Golkar Serbu Desa. Desa Butuhan dipilih karena potensi lahan sawah yang masih bisa dioptimalkan, sementara di Bayat membuktikan lahan terbatas pun bisa produktif melalui hidroponik.
"Golkar Serbu Desa ini tujuannya jelas, mengoptimalkan ketahanan pangan untuk kesejahteraan petani. Kita mulai dari Butuhan Delanggu 5,5 hektare untuk padi dan dari Bayat untuk selada hidroponik. Selanjutnya kita dorong setiap desa di Klaten membuka lahan 1 hektare sesuai potensinya," jelasnya.
Ia menambahkan, program ini adalah bentuk kerja nyata kader Golkar di lapangan.
"Kader Golkar siap kerja, bukan siap perintah. Kita turun ke sawah, cek lahan hidroponik, hitung luas, dan pastikan petani mendapatkan pendampingan. Kalau pangan kuat, petani sejahtera," tegasnya.


Komentar Via Facebook :